Beranda » KABAR SEKOLAH » 153 Siswa SMP IT As Salaam Karanggan di Vaksin

153 Siswa SMP IT As Salaam Karanggan di Vaksin

by Redaksi
0 comment 418 Pembaca

153 Siswa SMP IT As Salaam Karanggan di Vaksin

Swara Pendidikan.co.id (Karanggan, Bogor) – Sebanyak 153 siswa SMP IT As-Salaam Karanggan Gunung Putri, Bogor mendapat suntikan vaksin Pfizer dosis pertama. Senin (6/9/21).

Kepala SMP IT As-Salaam, Mujahid Helmi menyebut sebenarnya ada sekira 156 dosis vaksin Pfizer yang sudah disiapkan pihak puskesmas sesuai dengan jumlah siswa yang akan divaksin hari ini. Namun hanya 153 yang terpakai. Karena 3 siswa lainnya sudah divaksin lebih awal di luar sekolah.

Kepala SMP IT As-Salaam, Mujahid Helmi

Helmi juga mengucapkan terimakasih kepada pihak puskesmas dan pihak terkait lainnya, sebab menurutnya dengan adanya vaksinasi ini sangat terbantu. Walau sebenarnya sudah lama pihak sekolah mengajukan program ini sebagai syarat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Kalau untuk guru dan pegawai SMP IT As-Salaam, alhamdulillah sudah di vaksin semua. Dan hari ini giliran peserta didik,” ujar Helmi kepada SP. Senin (6/9/21).

Helmi berharap, jika seluruh siswa SMP IT As-Salaam sudah divaksin, pihaknya akan lebih leluasa mengajukan PTM 50 persen dan juga memudahkan ketika ada verifikasi dari satgas Covid.

“Karena itu syarat untuk pembelajaran tatap muka (PTM),” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebenarnya untuk sarana pendukung dan prokesnya, SMP IT As-Salaam juga sudah cukup memadai.

“Tadi, informasi terakhir yang kami dapat, satgas Covid akan melakukan survei kembali untuk memastikan kesiapan sekolah melaksanakan PTM sesuai data terbaru,” tuturnya.

Pemeriksaan sebelum divaksin

 

Saat dikonfirmasi terkait rencana SMP IT As-Salaam melaksanakan PTM terbatas, Kepala SMP IT As-Salaam menegaskan, sebenarnya sudah diperbolehkan sejak tanggal 24 bulan lalu. Dengan syarat, siswa sudah divaksin semua.

Untuk PTM sendiri, ujar Helmi, pihaknya akan melaksanakan PTM terbatas 2 minggu setelah siswa divaksin semua.

“Jadi kami akan gelar rencananya 14 hari setelah pelaksanaan vaksinasi ini,” tandasnya.

Untuk pola pembelajarannya nanti, kata Helmi, berdasarkan kuota di dalam kelas.

tim nakes memeriksa denyut nadi siswi sebelum di vaksin

“Di sini, siswa antara 25-28 siswa, ketika PTM 50 persen diterapkan, kelasnya akan terpakai semua tapi pararelnya akan berkurang. Misalnya kelas VII yang mungkin hanya 2 kelas menjadi 4 kelas. Kemudian kelas VIII, dari 4 kelas menjadi 8. Jadi tetap pola pertemuannya 2-3 kali dalam sepekan. Dengan waktu pembelajaran dari pukul 08.00-11.45 wib,” paparnya.

Dikatakan Helmi, pihaknya tidak menerapkan pola shifting. Karena memang secara keseluruhan anak-anak masih memungkinkan untuk masuk. Sebab jumlah siswanya masih dibawah 200 siswa.

“Jadi masih cukup leluasa untuk menerapkan PTM 50 persen,” katanya.

Bidan Utin

Tempat yang sama, Koordinator tim vaksinasi Covid-19 dari Puskesmas Karanggan, bidan Rina mengatakan, tenaga kesehatan yang diterjunkan untuk membantu pelaksanaan vaksinasi di SMP IT As-Salaam berjumlah 6 orang.

“Alhamdulillah lancar, karena ini kan kerjanya tim, dan juga dibantu dari pihak sekolah,” ujar bidan Rina didampingi  bidan Utin dan bidan Hesti.

“Prosesnya, sebelum divaksin, para siswa di screening petugas, dengan pemeriksaan tensi dan mengecek kartu kendali, apakah sudah sesuai dengan yang disampaikan atau tidak. Dilanjutkan dengan vaksinasi,” lanjutnya.

“Untuk vaksinasi ini dikhususkan bagi pelajar berusia 12 tahun ke atas, dan vaksin yang digunakan jenis Pfizer,” ujar bidan Utin menambahkan.

Ali, Diandra, dan Fatir siswa Kelas IX

Dari pantauan SP, kegiatan vaksinasi pelajar di SMP IT As-salaam disambut antusias para siswa. Bagi siswa yang sudah disuntik vaksin, diberikan kartu vaksin.

Selain sebagai persiapan dimulainya pembelajaran tatap muka, juga untuk membentengi diri dari virus Covid 19. sehingga nantinya siswa dapat mengikuti pembelajaran tatap muka dengan aman, nyaman dan tenang.

Seperti yang diungkap Ali, Diandra, dan Fatir siswa Kelas IX. Mereka  mengaku, awalnya memang takut dan ragu untuk divaksin.

“Awalnya takut-takut, tapi pas disuntik tadi tidak terasa sakit,” ujar mereka kompak. (gus)

Tinggalkan Pesan

Artikel Terkait