10 SMK Provinsi Jawa Barat Jalin Kemitraan dengan Anabuki College Jepang, ini Kata Dina Martha Tiraswati

by Redaksi
0 Komentar 148 Pembaca

Swara Pendidikan (Bogor, Jabar) – 10  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Provinsi Jawa Barat mengadakan kunjungan  ke Anabuki College Group Jepang, pada  19-23 November 2023 dalam upaya menjalin kemitraan.

Kemitraan ini membuka peluang baru yang sangat berarti untuk kedua belah pihak, antara SMK  Indonesia dengan Anabuki College Jepang.  Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas SMK Cadisdik Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, Dina Martha Tiraswati, M.Pd  lewat keterangan tertulis kepada awak swarapendidikan. Jum’at (8/12/23).

Adapun  10 SMK dari Provinsi Jawa Barat, yaitu : SMK Bhakti Kartini, SMKN 2 Subang, SMKN 1 Subang, SMK Informatika Bina Generasi, SMKN1 Cipunagara, SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, SMKN 1 dan SMKN 2  Kota Bekasi, SMK 2 Sumedang, SMK Kesehatan Harapan Bunda.

Dina Martha Tiraswati, M.Pd dan Dr. Charles Butar-Butar Selaku pendamping bersama rombongan diterima langsung oleh Direktur Anabuki College, Yasuyoshi Ohira, didampingi Rizka Hermin Zulaicha BA. M.Sc dari Anabuki Akademi Indonesia dan oleh Gubernur Prefektur Kagawa, Mr. Ikeda Toyohito.

Dina mengatakan, kemitraan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan lembaga pendidikan dari luar negeri dapat memberikan berbagai manfaat bagi kedua belah pihak, peserta didik, dan masyarakat secara umum.

“Salah satu masalah besar yang sedang dihadapi oleh negara- negara di dunia termasuk Indonesia ialah bagaimana menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan keinginan industri,” ungkapnya

Untuk menjawab permasalahan tersebut, solusinya kata Dina, perlu adanya kolaborasi yang akan membawa berbagai manfaat positif  bagi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, baik keahlian dan keterampilan untuk menghadapi tantangan global di masa depan.

“Perlu memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan keahlian dan keterampilan peserta didik dalam menghadapi tantangan global di masa depan,”  tandasnya.

Direktur Anabuki College, Yasuyoshi Ohira telah  menyepakati kemitraan ini. Dirinya sungguh-sungguh akan secara intensif  menjajaki peluang belajar dan bekerja di Jepang bagi para lulusan SMK di Indonesia.

Perlu diketahui, Anabuki College Group adalah grup institusi pendidikan komprehensif yang mencakup 1 perguruan tinggi junior dan 14 sekolah kejuruan di kotaTakamatsu, Fukuyama, dan Tokushima di Jepang. Anabuki College Group terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menawarkan berbagai mata pelajaran, jurusan, dan kursus yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Anabuki telah menghasilkan 39.000 lulusan yang aktif di komunitas lokal, perusahaan, rumah sakit, dan institusi lainnya.

Saat ini ada 4.600 orang peserta didik mengikuti  vokasi, diantaranya 700 orang pelajar asing termasuk didalamnya ada 65 orang pelajar dari Indonesia.

Pendidikan vokasi yang paling diminati adalah jurusan caregiver, otomotif, internasional bisnis dan IT Enginer, dimana penyerapan lulusan 100 persen di industri.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa, Mr. Ikeda Toyohito berharap persahabatan antara SMK Indonesia dengan prefektur Kagawa akan semakin erat dan kunjungan ini dapat memberikan andil yang besar dalam rangka  mempromosikan calon-calon pelajar internasional di masa mendatang.

Dina mewakili rombongan mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dan sambutannya kepada Gubernur Prefecture Kagawa dan Anabuki College.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan komitmennya dalam menjalin kemitraan ini. Bersama-sama  menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih dinamis, responsif terhadap perubahan, dan relevan dengan tuntutan dunia industri saat ini,” ucapnya.

Dina pun berharap dengan menjalin kemitraan dengan Anabuki Collage, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya Provinsi Jawa Barat dapat meningkatkan mutu pendidikan, menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas.

“Semoga  dapat menghadirkan peluang- peluang baru bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan global dan akan membawa SMK menuju tingkat prestasi yang lebih tinggi dan memberikan kontribusi positif bagi masa depan pendidikan di Indonesia,” tutup Dina.  (NJ)

Baca juga

Tinggalkan Komentar