Home / Pemerintahan / Wakil Walikota Depok Turun Langsung Semprot Hama Ulat Bulu

Wakil Walikota Depok Turun Langsung Semprot Hama Ulat Bulu

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna turun langsung semprot hama ulat bulu

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna turun langsung semprot hama ulat bulu

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Ratusan hama ulat bulu yang masuk ke pemukiman rumah warga sejak 5 hari lalu membuat resah warga di RW 06 kampung Pondok Ranggon Kelurahan Harjamukti Kecamatan Cimanggis Depok.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna yang didampingi aparat TNI dan RT, RW setempat langsung datang ke lokasi serangan hama tersebut dan melakukan penyemprotan insektisida untuk mengantisipasi serangan hama ulat bulu, bulu. Jumat (31/1/2020).

Pradi Supriatna mengetahui adanya hama ulat bulu yang meresahkan warga dari Ketua RW 06, Nunung Nurdiansah yang melapor wilayahnya terkena hama ulat bulu, dan minta untuk segera ditangani.  hama ulat bulu.

“Makanya saya langsung datang kemari dan ikut membasmi dengan menyemprotkan insektisida,” kata Pradi.

Pradi Supriatna juga meminta kepada warga untuk melihat perkembangan ulat nya seperti apa.

“Kalau ulat nya masih ada walaupun presentasinya kecil, segera di semprot lagi dengan insektisida. Dengan begitu diharapkan serangan ulat bulu ini dapat segera di atasi dan tidak berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RW 06, Nunung Nurdiansah menyebut sumber ulat bulu berasal dari pohon asem yang ada di jalan Raya Jambore.

“Sumbernya dari pohon asem pak, udah 5 hari menyerang rumah warga. Saya juga sudah lapor ke kelurahan kemaren. Alhamdulillah hari ini tanpa di sangka-sangka yang datang langsung pak Wakil Walikota,” ungkap Nunung.

Sementara itu ibu Yoyoh yang rumahnya dekat dengan pohon asem merasa terganggu dengan serangan ulat bulu, kejadian diawali sekitar tanggal 24 januari,

“Emang sih, belom sampe masuk ke dalam rumah, masih disekitaran halaman. Tapi saya takut banget pak, saking banyaknya, setiap 10 menit saya harus sapu supaya tidak masuk kedalam rumah. Itu kejadiannya kira-kira tanggal 24 januari lalu,” ujar  ibu Yoyoh yang rumahnya tidak jauh dari pohon asem. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.