Home / peristiwa / Tiga Penyandang Disabilitas SLB Cahaya Quran Taklukan Puncak Papandayan

Tiga Penyandang Disabilitas SLB Cahaya Quran Taklukan Puncak Papandayan

Willy, Ade Suryani dan Adrian bersama Tim ekspedisi pendakian gunung Papandayan Yayasan Tabungan Surga

Swara Pendidikan.co.id (BOGOR)Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Menaklukkan Puncak Gunung Papandayan. Hal itu dibuktikan oleh tiga orang penyandang disabilitas (2 tuna netra, dan satu tuna rungu) yang berasal dari Sekolah Gratis SLB Cahaya Quran dibawah naungan Yayasan Tabungan Surga, saat mengikuti kegiatan ekspedisi pendakian gunung Papandayan yang memiliki ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut. Selasa (29/9/2020).

Willy, Ade Suryani (tuna netra), dan Adrian (tuna rungu) berhasil mencapai puncak gunung api strato yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan, sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.

Ketua Yayasan Tabungan Surga, Firman Sukmawirya mengatakan, kegiatan mendaki gunung ini merupakan bagian dari program Sekolah Gratis SLB Cahaya Quran dibawah naungan Yayasan Tabungan Surga.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak difabel memiliki kemampuan yang sama dengan anak-anak normal lainnya,” tandas Firman Sukmawirya.

“Kami juga ingin memberikan motivasi kepada anak-anak difabel agar mereka lebih percaya diri. Sebab selama ini anak-anak difabel kerap dianggap terbelakang. Dan kami tidak ingin para difabel dinilai seperti itu,” sambungnya.

“Harapannya kegiatan ini dapat menjadi motivasi serta Inspirasi bagi teman-teman difabel bahkan bagi remaja normal lainnya,” imbuhnya.

Berkemah di puncak Papandayan

Firman berharap banyak pihak yang turut berpartisipasi guna membimbing dan memperhatikan para penyandang difabel, baik dari pemerintah maupun masyarakat umum.

“Dan pada akhirnya apapun segala aktifitas kegiatan mereka, bisa terselenggara berkat dukungan dan perhatian orang-orang baik yang tidak pernah lelah memberikan bantuan baik secara moril maupun materiil. Semoga kepedulian dan empati terhadap para penyandang difabel memberikan pahala kebaikan yang terus mengalir dan menjadi tabungan amal sholeh bagi orang-orang baik,”  tutupnya. (agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

x

Check Also

3 Peneliti BPNB Sumbar, Kaji Sejarah Perjuangan Rakyat Sumbar 1945-1949

Swara Pendidikan.co.id (PADANG) – Sumatera  Barat memiliki banyak front perjuangan saat revolusi fisik (1945–1949). Pasca ...