Home / Fokus / Telan Anggaran 3,5 M Rehab dan Penataan Lingkungan di SMPN 1 Terkesan Jorok dan Asal

Telan Anggaran 3,5 M Rehab dan Penataan Lingkungan di SMPN 1 Terkesan Jorok dan Asal

Bantuan rehablitasi dan penataan lingkungan Sekolah yang menelan anggaran 3,5 M lebih ini bersumber dari APBD tahun 2019-swarapendidikan.co.id

Bantuan rehablitasi dan penataan lingkungan Sekolah yang menelan anggaran 3,5 M lebih ini bersumber dari APBD tahun 2019.

Swarapendidikan.co.id (DEPOK) – Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Depok, terkesan jorok dan asal pengerjaannya.

Bantuan rehablitasi dan penataan lingkungan Sekolah yang  menelan anggaran 3,5 M lebih ini bersumber dari APBD tahun 2019.  dikerjakan oleh PT Broni Berkarya Kian Sentosa dengan konsultan pengawas, PT. Lumbung Raya.

Dari hasil pantauan awak Swara Pendidikan di sekolah tersebut, terlihat beberapa item yang tidak diganti dan hanya tambal sulam, kabel-kabelnya juga dibiarkan diluar. Bahkan lantai juga dibiarkan berantakan dan berdebu sehingga hasil pekerjaan tidak maksimal dan kurang berkwalitas untuk rehab gedung sekolah dengan nilai yang cukup fantastik. Selasa (22/10/19).

Hal itu juga dikeluhkan sejumlah pengelola kantin dan siswa serta OB SMPN 1 Depok, pasalnya lokasinya persis di belakang kantin.

“Liat aja itu banyak temboknya bolong-bolong, tapi cuma dtutupin cat. Sisa-sia keramik lantai juga dibiarkan begitu saja tanpa dibersihkan. Kan jelas banget anak-anak jadi terganggu kalo mau jajan. Debunya itu lho pak. Mengganggu banget pokoknya deh pak,” ungkap salah satu ibu kantin.

“Iya pak, debunya kemana-mana. Kita jadi terganggu, sementara kalo mau jajan di luar kan ga boleh sama satpamnya,” keluh anak-anak.

Sementara itu salah satu OB sekolah juga mengeluhkan para pekerja yang membiarkan sisa-sisa pekerjaan dibiarkan begitu saja.

“Saya deh yang terpaksa harus membuang puing-puingnya,” ujar OB yang tidak mau disebut namanya.

“Seharusnya para pekerja yang jumlahnya 10 orang tuntaskan dulu pekerjaan yang ada di bawah, baru pindah ke lantai atas. Ini belum selesai pekerjaan di bawah, udah maen pindah aja ke lantai atas,” sambungnya.

Ditempat sama, salah satu orang tua siswa yang tengah menunggu anaknya bubaran sekolah juga mengaku heran dengan cara kerja para tukang tersebut. Padahal menurutnya pekerjaaan tersebut sudah ada SOP nya dan pasti selalu diawasi. “Kok berantakan begitu ya?” ujar Samsuri Heran.

Dia berharap walaupun masih dalam tahap pengerjaan, sebaiknya tidak berantakan acak kadut yang terkesan asal-asalan. “Walaupun tidak sesempurna yang kita bayangkan, tapi tetap enak diliat. Sayangkan anggarannya cukup besar, tapi terkesan tidak professional,” pungkasnya.

Kepala Sekolah yang coba dikonfirmasi tidak ada di tempat. Ketika SP juga mendatangi Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkin) di kantornya untuk konfirmasi yang bersangkutan sedang tugas luar. (agus)

Ket: Sejumlah foto yang menunjukan Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Depok, terkesan jorok dan asal pengerjaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.