Tag Archives: Smart Learning Class

SMAN 5 Balikpapan Luncurkan Program Smart Learning Class

Kepala SMAN 5 Balikpapan, Ririen Friedayati bersama perwakilan PT Samsung

Swara Pendidikan.co.id (BALIKPAPAN) – PT Samsung  Electronics Indonesia, bersama guru SMAN 5 Balikpapan meluncurkan sebuah program Samsung Smart Learning Class (SLC).

Wakil Kepala SMAN 5 bidang Akademik Agus Budianto, S.Pd. MPd ketika ditemui di sekolah mengatakan, bahwa SLC sebuah kelas berbasis ICT (Information and Communication Technology) yang di prakarsai oleh Samsung untuk memberikan pelatihan pengguna gadget dan teknologi bagi para guru di seluruh Indonesia.

“Jadi ini adalah salah satu bentuk sumbangsih pihak Samsung terhadap pembelajaran yang ada di Indonesia. Adapun pembelajarannya semuanya berbasis IT dan semua soffwarenya sudah dimasukan didalam Pet. Kedepan setelah pembelajaran oleh para guru SMAN 5 Balikpapan nanti akan ada pembelajaran oleh siswa. Artinya bagaimana setelah para guru dilatih kemudian akan langsung terjun belajar dengan siswa,” papar Agus.

Ditambahkan Agus, nanti akan dibuat jadwal dan secara bergantian masuk diruang SLC. Semua serba IT termasuk materi sudah ditanamkan di Pet.

“Hari ini kita eksplor materi bagaimana cara untuk menyimpan, menampilkan. SMAN 5 Balikpapan menerapkan berbasis IT sejak tahun 2010 ulangan dan pelayanan berbasis IT,” tandasnya.

Senada dengan Agus, Kepala SMAN 5 Balikpapan, Ririen Friedayati mengaku salut dengan inovasi guru-guru SMAN 5.

Diakui Ririen, meski sudah berbagai program, seperti program Adiwiyata, Sekolah Ramah Anak, Perpustakaan untuk literasi, program siaga kependudukan, tetapi guru-guru kami terus berinovasi, yang terakhir ini meluncurkan program Smart learning Class.

“Saya bangga dan apresiasi kepada semua guru di SMAN 5 yang begitu peduli dan mau belajar sesuatu yang baru. Ini sebuah nilai Plus untuk mendukung program yang dibuat oleh sekolah,” ujarnya.

“Pastinya setelah para guru dilatih IT dan bisa menguasai maka imbasnya ke siswa.  ini yang diharapkan oleh pemerintah,” katanya.

“Saya bangga kalau nantinya semua tenaga pendidik menguasai IT. Kita akan melatih banyak orang. semua guru bidang studi dan MKKS boleh mengaksesnya. Bahkan tamu juga bisa dilatih oleh guru SMAN 5. Sebab alat ini bukan milik SMAN 5 tetapi hanya dititipkan dan diamanahkan untuk terus dikembangkan dan di manfaatkan,” pungkas Ririen. (Katono/gus)