Home / Berita Pilihan / Sosialisasi Sekolah Ramah Anak, BP3 Wilayah 1 Bogor Gandeng Polresta Kota Bogor

Sosialisasi Sekolah Ramah Anak, BP3 Wilayah 1 Bogor Gandeng Polresta Kota Bogor

BP3 wilayah 1 Bogor dan jajarannya foto bersama Polresta Kota Bogor usai menggelar acara sosialisasi sekolah ramah anak diaula SMKN 3 Kota Bogor. Rabu (10/1/18).

Swara Pendidikan.co.id (KOTA BOGOR) – Balai  Pelayanan, Pengawasan dan Pendidikan (BP3) wilayah 1 Bogor bersama Polresta Kota Bogor menggelar acara sosialisasi sekolah ramah anak diaula SMKN 3 Kota Bogor. Rabu (10/1/18).

Acara yang dihadiri Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya,   Kepala BP3 Wilayah 1 Bogor, Herry Pansila, Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin  dan Kepsek  SMAN/SMKN dan swasta se-Kota Bogor itu menghadirkan narasumber Kapolsek Bogor Tengah Syaifuddin Gayo sebagai Keynote Speaker.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengingatkan kepada para kepala sekolah SMA/SMK dan sederajat untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran dikalangan pelajar. Selain itu dia menambahkan, pihaknya juga mensiagakan  Satgas pelajar yang kantornya di Disdik Kota Bogor.

“Kami ikut andil dalam pencegahan tawuran, meski kewenangan SMA dan SMK sudah di Provinsi Jawa Barat. Kami menerapkan sekolah ramah anak, dengan tidak ada bullying ataupun kekerasan lainnya terhadap sesama anak,” tegasnya.

Seperti diketahui, hasil riset Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan tingkat tindakan kenakalan remaja khususnya siswa SMA di Kota Bogor lebih tinggi bila dibandingkan dengan siswa Kabupaten Bogor.

Kenakalan remaja ini mulai dari tawuran pelajar, narkoba, kecanduan game online, minuman keras, narkoba hingga pornografi. Hal tersebut menjadi keprihatinan dari IPB dan tentunya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan membentuk Forum Bersama Menuju Kota Bogor Ramah Keluarga.

Sementara itu Kepala BP3 Wilayah 1 Bogor, Ir Herry Pansila meminta kepada seluruh sekolah yang berada diwilayah 1 Bogor wajib menjadikan sekolah ramah anak. Karena itu pihak sekolah harus bisa  menjadikan sekolah rumah kedua bagi siswa didiknya. (Harlis)

Leave a Reply

Your email address will not be published.