Home / Berita Pilihan / Siswa SMAN 1 Babakan Madang Taklukan Gunung Elbrus, Rusia
klik disini
  • Siswa SMAN 1 Babakan Madang Taklukan Gunung Elbrus, Rusia

    Yosha Mauser, siswa SMAN 1 kelas XII Babakan Madang berhasil menaklukan gunung Elbrus (5642 mdpl) di Rusia, tepat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017

  • Yosha Mauser bersama para pendaki gunung asal Indonesia mengibarkan Merah Putih di puncak Elbrus (5642 mdpl)

  • Yosha Mauser bersama para pendaki gunung asal Indonesia

  • Yosha Mauser bersama para pendaki gunung asal negara lain

Siswa SMAN 1 Babakan Madang Taklukan Gunung Elbrus, Rusia

Swara Pendidikan.co.id (BOGOR) – Prestasi  luar biasa ditorehkan Yosha Mauser, siswa SMAN 1 kelas XII Babakan Madang yang berhasil menaklukan gunung Elbrus (5642 mdpl)  di Rusia, tepat di hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2017. Prestasi ini tidak hanya membanggakan dan mengharumkan bangsa Indonesia, tetapi juga keluarga besar SMAN 1 Babakan Madang kabupaten Bogor, dan pemerintah Kabupaten Bogor.

“Awalnya ikut mendaftar dikomunitas Consina, diseleksi dengan test fisik berlari sejauh 12 km dalam waktu maksimal 2 jam, tali temali (ascending dan descending). Alhamdulillah dari rangkaian persyaratan yang ditentukan saya bisa melewatinya,” ungkap Yosha membuka cerita saat ditemui wartawan Swara Pendidikan di SMAN 1 Babakan Madang. Selasa (5/12/17)

“Dari hasil seleksi terpilih 8 orang termasuk saya. Diantara team ekspedisi tersebut saya orang yang paling muda. Sebelum hari keberangkatan pihak Consina  memperkenalkan perlengkapan pribadi pendakian digunung es berupa: crampons, ice axes, geiter, harnesses, dll agar bisa belajar cara pemakaiannya,” sambungnya

Masih cerita Yosha, “Kami di Rusia tidak langsung melakukan pendakian kepuncak gunung Elbrus. Kami harus mengikuti test kembali  dengan instruktur orang Rusia.  Test pertama kami mendaki gunung Cheget, setelah selesai itu, diperiksa satu-satu dan tidak bermasalah baru kami menuju gunung Elbrus. Sebagai adaptasi suhu dan cuaca, kami nge-camp dan setiap harinya kami berlatih jalan dengan jarak yang berbeda-beda. Setelah seminggu rutin dilakukan baru kami melakukan pendakian menuju summit,” papar Yosha.

“Alhamdulillah dalam pendakian tidak mengalami perubahan cuaca extrim hingga tepat tanggal 17 Agustus sampai dipuncak.” Kenangnya.

Yosha yang merupakan anak pertama dari pasangan Hendra Munadi dan Suprihatini merasa bersyukur hobinya didukung penuh pihak sekolah dan kedua orangtuanya yang juga memiliki kesamaan hobi mendaki gunung.

“Kedua orangtua saya lah yang pertama kali mengenalkan gunung. Sejak kelas 4 SD saya sudah diajak naik gunung Gede-Pangrango,” ujarnya.

Diujung wawancara kami, Yosha menitipkan pesan untuk rekan-rekan serta adik-adik kelasnya. “Menjelajahlah hal-hal yang baru, dan jangan berhenti menjelajah dari tempat terakhirmu,” katanya.

“Raihlah cita-citamu setinggi gunung karena kesuksesan hidup sama dengan mendaki gunung,” pungkas Yosha. (Joy).

Leave a Reply

Your email address will not be published.