Home / Berita Terkini / Sekolah Guru Indonesia Tempatkan 15 Trainer Pendidikan di Pelosok

Sekolah Guru Indonesia Tempatkan 15 Trainer Pendidikan di Pelosok

15 trainer bersama pengelola dari kiri ke kanan: Wahyudin S. Adam, M.PD, Nardis, M.Pd, Asep Ihsanudin, S.Pd, Abdurrahman, M.Pd, Habib Alwi Jamlulel, M.Pd, Ade Munawar Lutfi, M.Pd, Riki Wirahmawan, M.Pd, Ervan Jaya, M.Pd, Rapidli, M.Pd, Ades Marsela, M.Pd Ulfah Hasibuan, M.Pd, Imu Munaroh, S.Pd, Najmi Ridha Sabani, S.Pd, Ayu Sukmayani, M.Pd, Izatul Silmi, M.Pd, Desita Erviani, M.Pd, Upi Rahmawati, M.Pd, Firda Amelia, M.Pd.

Swara Pendidikan.co.id (BOGOR) – Sekolah Guru Indonesia (SGI) yang merupakan organisasi pengembangan kepemimpinan guru dibawah naungan Dompet Dhuafa Corporate University memiliki komitmen untuk memberi kontribusi aktif dalam perbaikan pendidikan melalui cara-cara ke-indonesiaan.

Salah satunya dengan mengirimkan 15 Senior Trainer pendidikan untuk melaksanakan program SGI atau menjadi relawan pendidikan di daerah pelosok.  Para trainer ini merupakan pemuda/i Indonesia yang direkrut SGI dari seluruh wilayah Indonesia yang bersedia menjadi relawan pendidikan di daerah yang telah ditentukan. Mereka menandatangani kontrak kerja selama 2,5 tahun yang terdiri dari pembinaan selama 1,7 tahun dan penempatan selama 10 bulan

Nardis, M.Pd yang ditempatkan di Kab. Tolitoli Sulawesi Tengah

Proses pembinaan yang dilakukan SGI di Bumi Pengembangan Insani – Bogor Jawa Barat secara intensif selama 24 jam dengan materi komprehensif. Selain pembinaan di SGI, mereka juga mengikuti proses perkuliahan S2 di UIN Jakarta dengan mengambil jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Pembinaan dan pemberian beasiswa ini dilakukan agar para pemuda/i ini, mampu menjadi trainer handal yang dapat berbagi pengetahuan dengan para guru yang ada di daerah nanti.

Penempatan Trainer SGI ini dilaksanakan dari bulan Februari (12/2/2018), dimana sebelumnya para trainer SGI ini telah menyelesaikan studi pascasarjananya dalam kurun waktu 1,7 tahun. Dan program akan berakhir di bulan Oktober (29/10/2018) nanti. Adapun daerah penempatan berada di lima propinsi yang berbeda, yakni propinsi Aceh (Kab. Aceh Singkil), Sulawesi Tengah (Kab. Tolitoli), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow Utara), Kalimantan Selatan (Kab. Hulu Sungai Utara) dan Kalimantan Tengah (Kab. Seruyan). Lima provinsi ini dipilih melalui kajian dan peninjauan langsung  Tim Monev SGI dan telah melakukan kerjasama dalam bentuk penandatanganan MoU antara pengelola SGI dan pemerintah daerah setempat.

Trainer SGI yang ditempatkan ke daerah pelosok

Program yang dilaksanakan oleh 15 trainer pendidikan ini terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya mengadakan SGI Master Teacher. Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk pelatihan yang diberikan kepada guru SD/MI secara Gratis dengan waktu perkuliahan selama 3 bulan (seminggu sekali) dalam 2 periode. Selain itu, mereka juga akan mengabdi atau mengajar di sekolah yang telah ditentukan, menginisiasi atau membentuk sebuah gerakan yang diberi nama Gerakan Bangga Jadi Guru, melakukan sebuah penelitian di sekolah penempatan, dan melakukan pemberdayaan masyarakat.

Setelah selesai penempatan selama 10 bulan ini, para trainer akan kembali ke SGI Pusat yang berada di Kab. Bogor dan menjalani serangkaian Temu Guru Nasional, yaitu acara yang dirancang untuk mempertemukan kembali mahasiswa SGI setelah selesai masa pengabdian di sekolah penempatan.  Bentuk acaranya berupa evaluasi program, sharing, pertemuan alumni, job fair, wisuda dan workshop  beasiswa bagi trainer yang ingin melanjutkan pendidikan.

Penulis : Nardis, M.Pd

Editor : Agus

Leave a Reply

Your email address will not be published.