Home / Berita Pilihan / Raker Kepsek se UPT Sukmajaya Bahas Program Madrasah Diniyah dan US-SD Berbasis Online
klik disini
  • Raker Kepsek se UPT Sukmajaya

    Ketua panitia Raker, Arif Suryadi didampingi Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, Amas Tamaswara dan pengurus

Raker Kepsek se UPT Sukmajaya Bahas Program Madrasah Diniyah dan US-SD Berbasis Online

Swara Pendidikan.co.id (SUKMAJAYA) – Rapat  Kerja Kepala SD se Kecamatan Sukmajaya yang mengusung tema “Reaktualisasi peran kepala sekolah dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam membangun tata kelola pendidikan disekolah yang ungul, nyaman, dan religius”  di aula kantor UPT Pendidikan SD Kec. Sukmajaya disambut antusias oleh seluruh kepala SD Negeri dan swasta se Sukmajaya. Sabtu (08/07/17).

Ketua panitia Raker, Arif Suryadi didampingi Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, Amas Tamaswara yang ditemui Swara Pendidikan mengatakan, tujuan raker kepsek ini untuk menyusun rencana dan menyamakan persepsi antara program sekolah, program UPT dan program Disdik.

“Karena program kerja ini harus saling bersinergi, maka  kita adakan diawal tahun pelajaran, sebelum kita mulai action pada tahun ajaran baru, nanti,” ujar Arif Suryadi.

Arif menambahkan, beberapa pembahasan, mulai dari penyusunan rencana anggaran kegiatan sekolah, serta peningkatan profesi kepsek dalam memanage sekolah juga kita bahas dalam raker tersebut. “Sesuai dengan tema Raker,”tandasnya.

Sementara itu, program Madrasah Diniyah dan US-SD Berbasis Online juga masuk dalam pembahasan rapat.

Kepala UPT Pendidikan SD Kec. Sukmajaya Abdul Mutolib yang ditemui Swara Pendidikan diruang kerjanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya raker ini. Sebab kegiatan ini dilaksanakan sebelum berlangsungnya tahun ajaran baru 2017-2018.

“Ini awal yang baik karena jika dilaksanakan sesudahnya atau sesudah dimulainya pembelajaran dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan- kegiatan yang lain,” ujar Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Sukmajaya yang biasa disapa Abu.  Sabtu (08/07/17).

Program Madrasah Diniyah, yang masuk dalam pembahasan program kepala sekolah juga perlu didorong. “Minimal ada satu Madrasah Diniyah disetiap gugus. Ini penting, tujuannya untuk menampung peserta didik yang beragama Islam yang belum mengaji atau yang sudah mengaji tetapi belum lancar membaca dan menulis al qur’an.”

“Tetapi perlu dibatasi hanya kelas 4, 5, dan 6 saja, dan perlu didata peserta didik mana saja yang belum mengaji dan belum lancar membaca dan menulis al qur’an  ” usulnya.

Dia juga mengingatkan agar kepala sekolah sewilayah Sukmajaya sudah mulai mempersiapkan diri untuk USBN tahun depan, karena tidak menutup kemungkinan rencananya akan dilaksanakan secara onlne (UNBK SD).

Karenanya Abu beharap sekolah sudah mulai mempersiapkan medianya seperti jaringaan internet, dengan demikian ketika UNBK SD benar- benar berjalan, semua sekolah di Kecamatan Sukmajaya sudah siap.

“Mudah-mudahan hasil dari Raker Kepsek ini bisa menjadi rujukaan bagi para kepsek dalam membuaat program disatuan pendidikannya masing-masing. Baik yang sifatnya internal maupun yang sifatnya kebersamaan. Karena ada agenda yang sifatnya kebersamaan seperti O2SN, keagaman, kegiatan sosial, yang nantinya akan dilaksanakan atas nama UPT atau K3S. Begitupun , dengan kalender pendidikan, sebab setiap sekolah ada agenda khusus, dan itu juga harus dirumuskan dan dihasilkan kalendernya,” tutup Abu. (gus)


Leave a Reply

Your email address will not be published.