Home / Balaikota / Proses Pengalihan Status SDN Mekarjaya 8 Menjadi SMP Negeri 22 Berjalan Mulus
klik disini
  • Sosialisasi SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

    Kabid Pendas, Mulyadi

  • Sosialisasi SMPN 22

    Kadisdik kota Depok, M, Thamrin

  • Sosialisasi SMPN 22

    Camat Sukmajaya, Taufan Abdul Fatah

  • Sosialisasi SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

    Pengurus Komite

  • Sosialisasi SMPN 22

    Kasie SD, Sada Sugianto, Kasie SMP, Diah Haerani, Kepsek SMPN 22, Budiyanto, dan Fajar Sirait, wakepsek SMPN 22

  • Sosialisasi SMPN 22

    Ketua RW 18

Proses Pengalihan Status SDN Mekarjaya 8 Menjadi SMP Negeri 22 Berjalan Mulus

Swara Pendidikan.co.id (SUKMAJAYA, DEPOK) – Kepala Dinas Pendidikan kota Depok, M. Thamrin mengucap syukur,  rapat sosialisasi dan dengar pendapat pada Selasa (23/5/17) kemarin terkait proses pengalihan status Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mekarjaya 8 Menjadi SMP Negeri 22 Berjalan Mulus.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada wali murid SDN Mekarjaya 8, pengurus komite, tokoh masyarakat setempat, serta warga dilingkungan RT 2/RW18, Kel. Mekar Jaya, Kec. Sukmajaya yang memberikan izin mulai tahun ajaran baru 2017-2018 SMP Negeri 22 akan menempati gedung baru milik SDN Mekarjaya 8 yang statusnya menjadi SMP Negeri 22, sambil menunggu SK Walikota yang baru dan tidak lagi menumpang di SDN Mekarjaya 31 dan SDN Mekarjaya 17.

Dalam rapat sosialisasi dan dengar pendapat dengan wali murid SDN Mekarjaya 8, ketua dan pengurus komite, pengurus RT dan RW serta tokoh masyarakat setempat di SDN Mekarjaya 8 yang ddipimpin oleh Kadisdik kota Depok didampingi Camat Sukmajaya, Taufan Abdul Fatah, Lurah Mekarjaya, Kabid Pendas, Mulyadi, Kasie SMP, Diah Haerani, Kasie SD, Sada Sugianto, Pengawas SD UPT Pendidikan Sukmajaya, Rojalih, Kepsek SMPN 22, Budiyanto, dan wakilnya, Fajar Sirait, Kepsek SDN Mekarjaya 8, dan 9, menghasilkan beberapa kesepakatan bersama, antara lain,  bahwa mulai tahun ajaran baru 2017-2018, SDN Mekarjaya 8 tidak lagi membuka pendaftaran murid baru. Kedua, siswa kelas 2, 3, 4, 5, dan 6 masih bisa tetap belajar disini sampai mereka lulus nanti. Ketiga, proses pembangunan 8 ruang kelas baru yang nanti akan dibangun untuk tambahan rombel SMPN 22 tidak menjadi polemik dikemudian hari.

“Alhamdulillah semua pihak telah sepakat dengan keputusan rapat ini dan insyaAlloh mulai tahun ajaran baru nanti, SMPN 22 sudah bisa memiliki gedung sendiri,” ucap M. Thamrin bersyukur. Selasa ((23/5/17).

Sementara itu wali murid dan pengurus komite juga berterima kasih kepada pihak disdik yang tidak memindahkan siswa-siswinya ke SDN Mekarjaya 9 atau sekolah lain  sampai kelulusan nanti. Namun Kadisdik juga meminta kepada pihak komite atau pihak sekolah untuk  tidak boleh melarang bagi murid yang akan pindah dari SDN  Mekarjaya 8 ke sekolah lain.

“Yang mau lanjut menuntaskan di SDN Mekarjaya 8 silahkan, dan yang mau pindah juga jangan dilarang ya pak, bu…” ujar Thamrin.

“Setuju…” jawab peserta rapat kompak.

Kadisdik juga menjelaskan, selama 2016 Pemerintah kota Depok dalam hal ini Dinas Pendidikan terus memikirkan lahan untuk SMPN 22 diwilayah Sukmajaya. Pasalnya ungkap M. Tharin, selama kurun waktu 3 tahun, SMPN 22 yang tahun ini baru meluluskan sebanyak 62 siswa angkatan pertama 2016-2017 sampai saat ini belum memiliki gedung sendiri.

“Ini  terkait sulitnya lahan. Padahal kebutuhan sarana pendidikan setingkat SMP  diwilayah Sukmajaya sangat dibutuhkan. Sebab usia SD baik negeri maupun swasta di Kec. Sukmajaya ada sekitar kurang lebih 23.163 jiwa. Sedangkan dikecamatan lain hanya 6-14 ribu jiwa. Ini tidak sebanding dengan jumlah SMP Negeri yang ada dikecamatan Sukmajaya yang baru ada dua SMP Negeri. Yaitu SMPN 3, dan SMPN 4. Sementara kec. Panmas yang hampir sebanding dengan kecamatan Sukmajaya  sudah lebih dulu, yaitu SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 19. Karena itu berdasarkan pertimbangan dan kajian mendalam juga kajian akademik melihat kondisi SDN Mekarjaya 8 yang dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan jumlah murid, pemkot Depok yang diwakili dinas pendidikan mengambil kebijakan untuk mengalihkan status SDN Mekarjaya 8 menjadi SMPN 22 Depok,” papar Thamrin menjelaskan.

Thamrin berharap dengan status lahan dan bangunannya menjadi milik SMPN 22, kegiatan belajar mengajar di SMPN 22 bisa lebih dimaksimalkan. Dia juga berjanji akan memprioritaskan lulusan SDN Mekarjaya 8 untuk bisa diterima di SMPN 22.

Ditempat sama, Kepala SMPN 22 Budiyanto mengaku bersyukur impiannya untuk memiliki gedung sendiri kini terealisasi.

“InsyaAlloh setelah kami menempati gedung baru ini, kami serta guru-guru di SMPN 22 semakin termotivasi  untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan dan  prestasi siswa sesuai kemampuan yang kami miliki dan berusaha untuk menjadi sekolah unggulan dan sejajar dengan sekolah-sekolah lain yang lebih dulu berdiri,” pungkas Budiyanto didampingi wakilnya Fajar Sirait. (gus)

http://www.smpganesa.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.