Home / Swara Daerah / Bogor / Pameran foto “Cukang lantaran” Potret Pendidikan di Pelosok Sukabumi

Pameran foto “Cukang lantaran” Potret Pendidikan di Pelosok Sukabumi

Foto Pameran Pendidikan dan Charity Sabumi Volunteer 2019

Swara Pendidikan.co.id (SUKABUMI) – Membingkai perjalanan selama 5 tahun menjadi relawan literasi dipelosok Sukabumi, Komunitas Sabumi Volunteer mengekpresikan rasa keprihatinan sekaligus kepedulian dengan menggelar pameran Fotografi dan Charity bertajuk “Cukang lantaran”.

Pameran foto yang di gelar di Sunda Coffee dan Spaces, Kota Sukabumi, Jawa Barat dari 22-29 September 2019 ini memamerkan 119 foto hasil jepretan anggota Sabumi Volunteer, Komunitas Foto Kami, dan Gerakan Nusantara Terdidik.

Ketua Sabumi Volunteer, Ahmad Sarifan, menjelaskan, Semua foto memperlihatkan hasil temuan dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan selama 5 tahun, menampilkan kondisi sebenarnya pendidikan yang ada dipelosok Sukabumi,

“Inilah bentuk demontrasi tanpa orasi dari Sabumi Volunteer.” ungkap Achmad Sarifan, disela penutupan pameran. Sabtu (28/9/19)

Ahmad menambahkan, pameran ini Sebenarnya tidak hanya bermaksud menunjukkan sisi keterbatasan pendidikan anak-anak pelosok. Tapi sebaliknya, para relawan yang terdiri dari kaum muda Sukabumi ingin mengangkat isu pendidikan yang penuh semangat.

“Keterbatasan bukan penghambat bagi perjuangan anak-anak pelosok untuk merengkuh pengetahuan. Walaupun, halangan memang jauh lebih berat dibandingkan anak perkotaan yang fasilitas pendidikannya jauh lebih memadai.”Sambungnya

Dia berharap, kegiatan ini dapat lebih meyakinkan semua relawan, agar tetap menjadi jembatan buat kesenjangan pendidikan anak-anak pelosok Sukabumi.

Foto Pendidikan Anak pelosok Sukabumi

Terpisah, Ketua Pelaksana, Deden menjelaskan, pameran foto dengan tema “Cukang Lantaran” dapat diartikan sebagai  wasilah yang dapat membuat seseorang bisa mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha kuasa. Sebagai bentuknya adalah mengabdikan diri pada masyarakat dan mengerjakan sesuatu yang bisa meringankan beban orang lain.

Deden menyebut, setiap harinya ratusan orang datang. Mereka tampak terkejut melihat kenyataan kondisi pendidikan di pelosok Sukabumi.

“Baik dari kondisi bangunan, akses ke sekolah, dan sarana pendukung lainnya yang serba terbatas,” paparnya.

“Kami ingin berupaya mengajak pada pengunjung mencari ide dan solusi agar pendidikan bisa menjadi lebih baik.”ungkapnya

“Semoga kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Doakan kami agar tetap konsisten bergerak untuk masyarakat, khususnya untuk anak-anak generasi Sukabumi berprestasi,” pungkasnya. (Nurjaya)

Komunitas Sabumi Volunteer

Leave a Reply

Your email address will not be published.