Home / Fokus / Melwinda : Ujian Nasional Penting Sebagai Standar Evaluasi Kinerja Sekolah

Melwinda : Ujian Nasional Penting Sebagai Standar Evaluasi Kinerja Sekolah

Kepala Sekolah SMAN 1 Babakan Madang, Melwinda Fitri

Swara Pendidikan (BOGOR) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Babakan Madang berjalan lancar dan kondusif.

“Alhamdulillah, sampai akhir pelaksanaan UNBK, semua lancar dan kondusif. Hari pertama UNBK, Camat Babakan Madang, juga ikut memonitoring ke sekolah kami,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Babakan Madang, Melwinda Fitri didampingi ketua panitia pelaksana UNBK, Heri Susanto.

Dikatakan Melwinda, meski sekarang hasil UNBK tidak pengaruh pada hasil kelulusan, tetapi ujian seperti ini tetap penting dan harus dipertahankan, walaupun kedepannya entah apa namanya. Katanya.

“Hasil UN menurut kami, menjadi  salah satu standar dalam melakukan evaluasi kinerja sekolah, karena targetnya siswa tidak hanya sekedar lulus, tapi siswa harus mencapai hasil yang baik,” tuturnya.

“Saya meyakini, UN pun sebenarnya sudah dievaluasi, sudah dipertimbangkan sedemikan rupa, soal-soal UN juga sudah disesuaikan dengan materi atau silabus yang ada di SMA atau di sekolah-sekolah.  Jadi, ketika ada siswa yang masih mendapat nilai rendah, bisa jadi karena beberapa faktor. Bisa siswanya, apakah karena faktor kebetulan, atau proses pembelajarannya masih kurang, atau daya juang yang kurang. Kedua, faktor gurunya. Apakah karena gurunya kurang memberikan materi sesuai silabus, atau metode, dan lain-lain,” papar Melwinda.

Melwinda mengaku agak keberatan jika UN dihapus. Pasalnya jika tidak ada UN berarti tidak ada standar, tidak ada target yang akan dicapai. “Bisa kebablasan nanti. Di negara maju saja masih pakai UN kok,“ kilahnya.

Melwinda berharap kedepan pelaksanaan UNBK bisa lebih baik lagi, ditingkatkan prangkat sistemnya, dan lebih disiapkan lagi infrastukturnya.  “Mulai dari sarana dan prasarananya tentunya,” harapnya.

Ditempat sama, Heri Susanto menjelaskan, “Ada 263 siswa yang seharusnya ikut ujian, tetapi yang ikut hanya 260 siswa. 3 siswa kami akan ikut UNBK susulan karena mereka Atlit yang tengah mengikuti kejuaraan,” ungkap Heri.

“Untuk pelaksanaan tahun in, kami gunakan 4 ruangan yang pelaksanaannya kami bagi 3 sesi.” Lanjut Heri.

“Semoga kedepannya, apa yang kurang bisa dibenahi, bisa menambah komputernya dan juga prangkat-prangkat lainnya, sehingga pelaksanaanya bisa dijadikan satu sesi ataupun dua sesi,” pungkasnya.  (NurJhoy)

ketua panitia pelaksana UNBK, Heri Susanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published.