Home / Fokus / Kabid Sarpras Dampingi Muhadjir Tinjau Fasilitas SMPN 22 Depok

Kabid Sarpras Dampingi Muhadjir Tinjau Fasilitas SMPN 22 Depok

Mendikbud Muhadjir Efendy didampingi Kabid Sarpras Disdik dan Kepala SMPN 22-swarapendidikan.co.id

Mendikbud Muhadjir Efendy didampingi Kabid Sarpras Disdik dan Kepala SMPN 22

Swarapendidikan.co.id (DEPOK) – Di dampingi Kepala bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok, Sutarno, SE, MM Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tinjau fasilitas SMPN 22 Depok, Senin (14/10/19).

Kunjungan orang nomor satu di Kementerian pendidikan dan kebudayaan itu disambut Kepala Sekolah dan dewan guru serta lagu “Terimakasih Guruku” dari paduan suara siswa-siswi kelas 7/3.

Selain melihat fasilitas sarana prasarana, Mendikbud juga menyempatkan  berdialog dengan  sejumlah siswa dan guru.

Selama kunjungannya yang hampir satu jam tersebut, Mendikbud juga memuji fasilitas yang dimiliki SMPN 22. Menurutnya, fasilitas yang ada sudah cukup baik dan tertata rapi. Termasuk fasilitas 18 ruangan yang semuanya berasal dari anggaran DAK Kementrian.

“Sejauh ini saya melihat fasilitas sarana dan prasarana di SMPN 22  sudah cukup memadai. Kalaupun nantinya ada yang perlu ditambah, kita akan bantu. Tapi tentunya secara bertahap, dan sejauh ini saya melihat sarana pendidikan di Kota Depok sudah lumayan bagus,” ujar Muhadjir Effendy didampingi Kabid Sarpras, Sutarno, SE, MM dan Kepala SMPN 22, Afrida.

Mendikbud juga berjanji akan lebih memperhatikan kesejahteraan guru honorer.

“Kedepan kami akan upayakan peningkatan kesejahteraan guru honorer. Kalau gurunya sejahtera tentunya pasti lebih bersemangat dalam mendidik siswa,” katanya.

Tonton videonya Kunjungan Mendikbud ke SMP N 22 Depok

Ditempat sama, Kabid Sarpras menambahkan bahwa fasilitas 18 ruangan yang berdiri kokoh, dibangun  dua tahap.

“Tahap pertama 8 ruang dibangun tahun 2017 dan tahap kedua, 10 lokal tahun 2018. Semua anggarannya berasal Kementerian, dan itu kami kawal hingga pembangunan selesai. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” papar Sutarno.

“Saat ini kami tengah menata agar segala kebutuhan siswa bisa terpenuhi dalam rangka mendukung KBM. Bukan hanya dari segi sarana prasarananya saja, tetapi juga pembentukan karakter siswa,” tambah afrida.

“Kami juga kerjasama dengan BNN, untuk pencegahan narkoba di kalangan pelajar, kerjasama dengan pihak DKP bagaimana memilih dan memilah sampah. Semua itu bagian dari pembentukan karakter. Termasuk menerapkan sistem poin. Bagi siswa yang berprestasi, kami beri tambahan poin. Kami akan kurangi poinnya jika ada siswa yang kedapatan merokok, berkelahi, atau bolos. Jika ternyata siswa tetap tidak ada perubahan, maka dengan terpaksa kita akan kembalikan kepada orang tuanya,” papar kepsek yang membawahi 39 tenaga pendidik dan kependidikan dan staf serta  787 siswa.

Afrida juga mengaku bersyukur, Mendikbud akan memberikan perhatian bagi guru-guru honorer. Pasalnya, kata Afrida, di SMPN ini, masih ada 22 guru yang statusnya masih honorer. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published.