Home / Berita Pilihan / Isak Tangis Warnai Pelepasan Siswa SMK Plus PGRI 1 Cibinong Angkatan 46
klik disini
  • Pelepasan Siswa SMK Plus PGRI 1 Cibinong Angkatan 46

    Kepsek Ali bersama 10 siswa-siswi peraih UNBK tertinggi

  • Pelepasan Siswa SMK Plus PGRI 1 Cibinong Angkatan 46

    Pelepaskan jaket almamater siswa

  • Melepaskan burung dara ke dunia bebas

  • Kepsek Ali Gozali mendapat sekuntum Mawar dari salah satu siswa didiknya

  • satu persatu siswa menyalami kepala sekolah dan dewan guru sambil tak lupa memohon doa restu untuk merajut asa masa depan.

  • Pesan H. Ali Gozali kepada siswa-siswi SMK Plus PGRI 1 Cibinong

Isak Tangis Warnai Pelepasan Siswa SMK Plus PGRI 1 Cibinong Angkatan 46

Swara Pendidikan.co.id (Cibinong) – Haru bercampur bahagia mewarnai pelepasan  363 siswa-siswi kelas XII SMK Plus PGRI 1 Cibinong Angkatan ke 46  dilapangan futsal SMK Plus PGRI 1 Cibinong.  Rabu (10/5/17). Bahkan tidak sedikit, di tengah tawa rasa bahagia itu diwarnai isak tangis haru dan linangan air mata.

Pelepasan siswa-siswi angkatan ke 46 bertajuk  “Semoga kesuksesan selalu bersamamu” diawali dengan membaca qur’an  bersama (tadarus)  dipimpin langsung oleh Kepala  SMK Plus PGRI 1 Cibinong, Drs. H. Ali Gozali, M.Pd yang memang menjadi tradisi di SMK Plus PGRI 1 Cibinong,  setiap pagi.

Namun hari itu, wartawan SP yang meliput prosesi pelepasan siswa melihat  Kepala  SMK Plus PGRI 1 Cibinong, Drs. H. Ali Gozali, M.Pd  lain dari biasanya.  Dia lebih banyak  diam termenung, sambil sesekali mengusap matanya.

Prosesi pelepasan siswa-siswi SMK Plus PGRI 1 Cibinong  yang  menggunakan adat Sunda dihadiri Kasie Balai Pelayanan wilayah 1 Bogor, Galib Haekel, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bogor, TB Luthfie Syam,  Ketua PGRI Kab. Bogor, Agus Rohiman, Komite sekolah serta jajarannya, Lurah Pabuaran, perwakilan dari unsur TNI dan Polri, tokoh masyarakat setempat, dewan guru serta para orangtua siswa.

Jangan Malu Atau Gengsi

Dalam sambutannya, H. Ali Gozali, mengajak orang tua dan siswa kelas XII tidak berkecil hati, malu dan gengsi, lantaran acara pelepasan ini tidak digelar di gedung atau hotel mewah seperti sekolah-sekolah lain. Sebab menurutnya, kegiatan ini bukan untuk pesta atau hiburan, tetapi acara ini merupakan ajang muhasabah, instropeksi diri apa yang sudah diberikan sekolah kepada siswa dan orang tua, dan sebaliknya.

Karena itu Ali Gozali mengatakan, setiap acara perpisahan siswa, SMK Plus PGRI 1 Cibinong  tidak pernah menyelenggarakan kegiatan itu di gedung atau hotel, “Ini yang membedakan, antara SMK Plus PGRI 1 Cibinong  dengan sekolah-sekolah lain,” akunya.

Ali Gozali juga punya alasan lain. Pertama katanya, anak-anak saya terima disekolah ini, bukan di gedung apalagi dirumah makan. Kedua,  anak-anak belajar disini, bukan diempang.  Ketiga, anak-anak mencari ilmu dan ujian disini, bukan digedung bioskop.

“Jadi prinsip  saya. Sekolah disini, cari ilmu disini, ujian disini, diluluskan disini, dan keluar pun harus tetap dari tempat ini,” tandas Ali.

Dia menambahan, “Sekarang, kalau anak-anak diterima dan belajar  di SMK Plus PGRI 1 Cibinong, dan  setelah lulus dilepas, ngapain harus dilakukan diluar sekolah!! kembalikan dari sini!! Datang  tampak muka, pergi tampak punggung,” kata Ali Gozali mengutip pribahasa.

Dia juga mengaku paling senang  bertemu dengan orang tua siswa. Sebab baginya silahturahmi diatas segala-galanya dan menurutnya, satu-satunya sekolah yang  sering bertemu dengan orang tua siswa cuma  SMK Plus PGRI 1 cibinong.

“Saya tidak ingin orang tua hanya tahu kepsek saat perpisahan saja. Makanya setiap satu semester, baik ganjil atau kenaikan kelas,  bahkan perpisahan sekalipun saya paling senang ketemu dengan ortusis. ” ujar Ali Gozali.

Lulusan tahun Ini Banyak Yang Diterima di PTN

Dia bersyukur, pasalnya selama tiga tahun siswa sekolah disini, SMK Plus PGRI 1 Cibinong  terus meningkat prestasi akademik maupun sarana prasarana sekolah. Tahun ini,  kata, Ali Gozali, siswa angkatan 46 paling banyak  diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur undangan, diantaranya Universitas Indonesia.

Ditahun ini juga, katanya lagi, sekolah ini meraih penghargaan SMK Plus satu-satunya SMK di Kabupaten Bogor dari Provinsi Jawa Barat. Bahkan tidak hanya itu, tahun ini juga SMK Plus PGRI 1 Cibinong memiliki gedung baru dihalaman belakang. Ungkapnya.

“Ini bukti bahwa, SMK Plus PGRI 1 Cibinong  mampu menjaga dan menjalankan amanah orang tua siswa. Terimakasih atas kepercayaan ini,” ucapnya kepada seluruh orang tua siswa yang hadir.

Dirinya juga mengaku banyak merenung terhadap  kesalahan yang diperbuatnya terhadap anak-anak. Karena itu, kata Ali Gozali, atas nama pribadi dan dewan guru, serta penjaga sekolah, meminta maaf sebesar-besarnya, jika selama 3 tahun mendidik dan mengajar anak-anak banyak kekurangan dan kekhilafan baik sengaja ataupun tidak.

“Semoga ilmu yang kalian dapatkan dari guru-guru kalian bisa bermanfaat untuk meraih masa depan. Saya doakan semoga semua siswa lulusan SMK Plus PGRI 1 angkatan ke – 46 ini menjadi orang sukses. Aamiin,” ujar  Ali Gozali dengan mata berkaca-kaca.

Masa Depan Adalah Milik Kalian

Kepsek yang dikenal gaul oleh anak didiknya itu juga berpesan kepada siswa yang baru lulus. “Tiga tahun kita bersenda gurau, tiga tahun sekolah disini, dan akhirnya kalianlah yang akan menentukan masa depan kalian sendiri. Mau dibawa kemana oleh kalian, itu terserah kalian. Sebab, masa depan milik kalian, rusak tidaknya masa depan, kalianlah yang menentukan. Bekalnya sudah ada disini, agama maju, dunia maju, dan  itu ada disekolah ini, sebab 5 pilar budaya kita tanamkan disekolah ini. Budaya disiplin, budaya keagamaan, budaya kebangsaan, budaya kreatifitas, dan budaya persaudaraan.” Papar Ali Gozali sambil mengutip qur’an surat Ar-Rad ayat 11.

Diakhir sambutan, dirinya juga mengungkapkan isu tak sedap seputar penerimaan siswa baru yang katanya pihak sekolah meminta  uang antara 9-10 juta rupiah jika mau diterima di SMK Plus PGRI 1 Cibinong.

“Jadi, jika ada orang tua siswa yang merasa dirugikan atau katanya, SMK Plus PGRI 1 begini, begitu. Tolong langsung saja konfirmasi ke Ali Gozali, karena prinsip saya, jangan mempersulit urusan orang lain, selama urusan itu mudah,” pungkasnya.

Kadisdik dan Ketua PGRI Kab. Bogor Beri Apresiasi

Sementara itu, ditempat sama, Ketua PGRI Kab. Bogor, Agus Rohiman, memberikan apresiasi kepada SMK Plus PGRI 1 Cibinong karena mampu mensinergikan antara nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan.

“Itulah sebabnya, PGRI Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada sekolah yang lebih dikenal SMK Sempoer  menjadi SMK Plus PGRI 1 Cibinong,” jelas Agus.

Selain itu, katanya lagi, SMK Plus PGRI 1 Cibinong mampu sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan yang ada di negeri. “Jadi unggul, nyaman, dan religius ada di SMK Plus PGRI 1 Cibinong ini,” ujarnya.

Senada dengan Ketua PGRI Kab. Bogor, Kadisdik Kab. Bogor, TB. A. Luthfie Syam mengakui  SMK Plus PGRI 1 Cibinong  merupakan salah satu sekolah unggulan yang ada di kabupaten Bogor.

“Banyak sekolah negeri yang kualitasnya dibawah SMK  Plus PGRI 1 Cibinong.  Sebab  syarat sekolah itu unggul adalah, harus memiliki Knowledge, Skill, Attitude, dan Behavior, dan keempat syarat itu ada di SMK ini. itu sebabnya SMK Plus PGRI 1 Cibinong menjadi salah satu sekolah unggulan yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkas Luthfie Syam.


Bangga Bisa Sekolah di SMK Plus PGRI 1 Cibinong

Ditempat sama, salah satu orang tua siswa yang enggan disebut namanya mengaku bersyukur bisa menyekolahkan anaknya di SMK Plus PGRI 1 Cibinong, Selain disiplin, sekolah ini juga mengajarkan baca alquran.

“Alhamdulillah anak saya jadi rajin ibadah dan sudah bisa baca alquran, padahal waktu di SMP dulu sama sekali tidak bisa mengaji. Terimakasih pak haji Ali,” ungkap orang tua siswa.

Beberapa siswa yang juga dmintai komentarnya disela acara pelepasan mengaku senang dan bangga bisa menjadi bagian dari warga sekolah ini.  Sebab yang ditanamkan disini adalah semangat persaudaraan dan kedisiplinan.

Menurut  anak-anak jurusan TKJ ini, banyak pengalaman yang pasti terus diingatnya sampai tua nanti. Mulai dari cara guru memberikan pelajaran sampai kepseknya yang  terkadang bisa berubah menjadi “Megatron”.

“Pak Ali itu orangnya tegas, bicara juga ceplas-ceplos, tapi juga selalu menghargai usaha keras murid. ini yang  membuat anak-anak SMK Semapoer  semakin dekat dengan pak Ali,” ungkap siswa TKJ yang enggan disebut.

“Terimakasih pak, kami tak akan pernah bisa melupakan bapak.  Semoga bapak terus diberikan kesehatan dan SMK Semapoer semakin maju dan terus bersinar,” ucap mereka kompak.

Suasana bertambah haru setelah satu persatu siswa menyalami kepala sekolah dan dewan guru sambil tak lupa memohon doa restu untuk merajut asa masa depan. (gus/Harlis)


Leave a Reply

Your email address will not be published.