Home / Berita Pilihan / Herry Pansila : Pendidikan Jurnalistik Membentuk Karakter Siswa
  • Media massa bisa menjadi sumber belajar bagi siswa, baik itu konten, sarana, hingga pelaku media dalam proses pembentukan karakter. Demikian dikatakan Herry Pansila saat bincang santai bersama beberapa insan pers di ruang kantor Kepala SMA Negeri 2 Depok, Jumat (02/02/18).

Herry Pansila : Pendidikan Jurnalistik Membentuk Karakter Siswa

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Kepala  Balai Pelayanan, dan Pengawasan Pendidikan (BP3) Wilayah 1 Bogor, Herry Pansila menilai pentingnya media terlibat aktif dalam penguatan karakter siswa. Sebab media massa bisa menjadi sumber belajar bagi siswa, baik itu konten, sarana, hingga pelaku media dalam proses pembentukan karakter. Demikian dikatakan Herry Pansila saat bincang santai bersama beberapa insan pers di ruang kantor Kepala  SMA Negeri 2 Depok, Jumat (02/02/18).

Herry menjelaskan, saat ini jalur pendidikan bagi siswa di sekolah tidak hanya jalur kurikulum saja tetapi masih ada jalur pendidikan melalui ekstra kurikulum dan non kurikulum.

“Disitu teman-teman media punya ruang yang lebih besar dan terbuka untuk berpartisipasi sebagai stimulus dalam rangka literasi dan pembentukan serta penguatan karakter bagi siswa.,” ujar Herry yang didampingi beberapa perwakilan kepala SMA/SMK Negeri Depok.

Herry juga mendorong sekolah untuk giatkan Literasi. Jika perlu, gerakan literasi sekolah tidak sekadar rutinitas. Sebab kata Herry, dari gerakan tersebut bisa melahirkan karya otentik dari siswa dan guru. Karena saat ini lanjutnya, ketrampilan membaca dan menulis dikalangan pelajar hampir tenggelam tertelan jaman. Hal ini  akibat semakin berkembangnya teknologi informasi, namun kurang bisa ditangkal dampak negatifnya. Akhirnya, siswa menjadi korban keganasan teknologi. Mereka jadi malas membaca buku, tapi rajin sekali membaca sosmed.

“Nah, untuk mengembalikan minat menulis dan membaca agar tidak kecanduan sosmed, ekskul jurnalistik bisa dijadikan sebagai pilihan siswa agar mengerti cara menulis dan membuat berita yang baik. Guru juga dapat membimbing siswa mengelola mading sekolah ataupun membuat majalah atau web sekolah yang bisa di unggah ke Facebook, Twiter, atau instagram yang dapat di baca Publik dan bermanfaat bagi orang banyak. Dengan begitu siswa dapat menyalurkan kegiatan membaca ke arah positif dan inovatif,” pungkasnya. (harlis)


Leave a Reply

Your email address will not be published.