Home / Berita Pilihan / Herry Pansila Ingatkan Kepsek Tentang Larangan Perpeloncoan Dalam MOS / MPLS

Herry Pansila Ingatkan Kepsek Tentang Larangan Perpeloncoan Dalam MOS / MPLS

Kadisdik Kota Depok, Herry Pansila Prabowo

Kadisdik Kota Depok, Herry Pansila Prabowo

Swara Pendidikan.co.id (Balaikota, Depok) – Untuk menghindari terjadinya perpeloncoan dan tindak kekerasan di sekolah saat menyambut masa orientasi peserta didik baru (MOPDB) tahun pelajaran 2016/2017, Kepala dinas pendidikan kota Depok, Herry Pansila Prabowo mengingatkan kepada kepala sekolah Negeri dan Swasta untuk mematuhi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016.

“Dengan keluarnya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tersebut, mulai tahun pelajaran 2016/2017 masa Orientasi Siswa Baru berubah nama menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” terang Herry Pansila dikantornya beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan pengganti kebijakan terkait Masa Orientasi Siswa yang selama ini rentan tindak kekerasan dikalangan siswa baru. Dan dalam Permendikbud itu  ada sanksi yang mengikat bagi ekosistem pendidikan yang ada di satuan pendidikan. Jadi Sekolah yang melanggar aturan tersebut bisa dikenai sanksi, berupa pemberhentian bantuan hingga penutupan sekolah,” tandas Kadisdik Herry Pansila.

Selama masa MPLS, Kepala dinas pendidikan kota Depok juga melarang pihak sekolah membebankan siswa baru untuk memakai atribut seperti, tas karung, tas belanja plastik, atau sejenisnya. Kaos kaki warna-warni yang tidak tidak simetris, dan sejenisnya. Alas kaki yang tidak wajar. Aksesoris di kepala yang tidak wajar. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya serta berisi konten yang tidak bermanfaat.

Herry menghimbau agar kegiatan MPLS harus benar-benar kegiatan yang bersifat akademis. Bukan aktivitas fisik apalagi kekerasan.

“Sebaiknya kenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah agar nantinya mereka merasa akrab dan nyaman dengan lingkungan baru. Sebab masa pengenalan itu merupakan masa yang baik untuk mengembangkan kreativitas, potensi, dan leadership bagi para peserta didik,” himbau Herry.

Herry juga meminta kepada kepala sekolah melarang guru, siswa, pegawai dan wali murid merokok dilingkungan sekolah dengan membuat papan pengumuman. (harlis/gus)