Home / Berita Pilihan / Hacord Institute Ajak Masyarakat Rubah Gaya Hidup
  • Direktur Hacord Institute H. Acep Al Azhari memberikan kaos bertuliskan bertuliskan Hacord Institute kepada Kadis Koperasi dan Usaha Mikro

Hacord Institute Ajak Masyarakat Rubah Gaya Hidup

Direktur Hacord Institute H. Acep Al Azhari

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Hacord Institute bekerjasama dengan HIQ (Holistic Investment Quotient) Management sukses menggelar seminar Revolusi Mental bertajuk “Menuju Revolusi Gaya Hidup Indonesia” di Aula Perpustakaan Kota Depok dengan menghadirkan tiga narasumber dari HIQ Management. Kamis (15/03/2018).

Seminar yang dihadiri dari berbagai unsur. Seperti, komunitas pengusaha, kalangan dunia pendidikan, relawan BNN, relawan R2, Paguyuban MC, dan masyarakat umum  bertujuan untuk membangun karakter, dan merubah minsed dari gaya hidup konsumsif kearah produktif.

“Kita sering kali terjebak dalam hidup konsumtif, terima gaji, lalu belanja, saat kurang berhutang, kembali belanja dan seterusnya. Gaya hidup seperti inilah yang harus dirubah dalam diri kita. Karena itu melalui seminar ini kita ingin merubah gaya hidup seperti ini,” ujar Direktur Hacord Institute H. Acep Al Azhari yang tidak menyangka animo peserta begitu besar.

Direktur Hacord Institute penggagas acara yang juga pengusaha sukses itu menilai materi yang disampaikan oleh narasumber cukup relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini, bahwa ketimpangan antara si kaya dan si miskin semakin besar. Karena itu sambung pemilik Nasi Liwet Bakoel Samara, melalui seminar ini kita ajak peserta membuka wawasan bagaimana mengelolah pikiran, jiwa dan merubah strategi kehidupan dari konsumtif ke produktif.

“Sebab bagaimanapun juga masyarakat selain memiliki aktif income juga memiliki pasif income,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Fitriawan yang juga hadir mengajak masyarakat bijak dalam mengalokasikan sumber dana yang kita miliki. Ada alokasi untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic need), kebutuhan sekunder maupun tersier. “Jangan memaksakan diri memenuhi tersier padahal belum mampu untuk memenuhi kebutuhan penting lainnya,” ujar Fitriawan.

“kita juga harus memastikan kebutuhan keluarga inti kita, baik saat sekarang maupun yang akan datang. Seperti kebutuhan anak masuk perguruan tinggi. Ini harus difikirkan sejak anak masih duduk dibangku sekolah dasar, sehingga kita tidak kaget pada saatnya. Semua itu bisa dipelajari pada program financial planning atau merencanakan keuangan,” pungkasnya.

Rasikin pemerhati pendidikan yang ikut menjadi peserta seminar mengaku materi yang disampaikan para narasumber bagus dan mudah dimengerti. “Sangat positif bagi pembentukan karakter yang mandiri bagi perubahan “life style”. Perubahan gaya hidup yang ingin di bentuk adalah gaya hidup baru yang membalikan pola konsumtif menjadi pola produktif. Semoga Haji Acep Azhari bersama Hacord Institutenya dapat mewujudkan perubahan itu. Sukses buat H. Acep,” ujar Rasikin usai seminar. (gus)

Peserta seminar Revolusi Mental foto bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published.