Home / Swara Daerah / CIPAR / Guru SMKN 1 Rancah Ikuti Workshop Pembuatan Media Pembelajaran dan Sosialisasi Asesmen Nasional

Guru SMKN 1 Rancah Ikuti Workshop Pembuatan Media Pembelajaran dan Sosialisasi Asesmen Nasional

Workshop Pembuatan Media Pembelajaran dan Sosialisasi Asesmen Nasional di SMKN 1 Rancah

Swara Pendidikan.co.id (CIAMIS) – Guna meningkatkan kinerja dan kualitas serta kompetensi guru dalam pembelajaran di kelas kepada peserta didik, SMKN 1 Rancah menyelenggarakan  Workshop Pembuatan Media Pembelajaran sekaligus sosialisasi Asesmen Nasional tahun 2021.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari (21-23 Oktober) diaula SMKN 1 Rancah diikuti 65 Guru. Dibuka dan dihadiri Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah XIII, Herry Pansila, Kepsek SMKN 1 Rancah, Joko Maryoto, Pengawas Pembina serta Kasubag SMKN 1 Rancah. Rabu (21/10/2020).

Kepala Cadisdik XIII, Herry Pansila didampingi kepala SMKN 1 Rancah, Joko Maryoto

Dalam sambutannya, Kepala Cadisdik XIII, Herry Pansila mengatakan bahwa dalam pembelajaran Kurikulum 2013, yang menjadi acuan sekolah dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, peran guru dituntut lebih aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan bagi siswa.

Karena itu, Herry mengimbau agar para guru tidak hanya mencari sumber ilmu dari buku saja, internet juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber media pembelajaran, asalkan tetap mengacu pada Kurikulum 2013 dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

“Kalau guru malas, maka akan ketinggalan pengetahuan dan berimbas pada prestasi belajar siswa, sebab ikatan emosional yang erat antara guru dan siswa akan berdampak kepada prestasi siswa. Siswa juga akan maju dan tangguh untuk menata masa depannya,” papar Herry.

Guru-guru SMKN 1 Rancah peserta Workshop

Herry juga menyampaikan bahwa Ujian Nasional (UN) tahun lalu merupakan UN terakhir. Tahun depan, UN dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan ditiadakan dan diganti dengan Asesmen Nasional yang nanti terbagi menjadi tiga. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

“Dengan perubahan ini, sekolah dan guru dapat mengevaluasi peserta didik yang diuji dan memberikan formula dari hasil pengujian tersebut kedepannya, karena proses itu dilakukan di pertengahan jenjang bukan di akhir,” ujar Herry.

“Jadi pada Asesmen Nasional ini, guru tidak lagi mengevaluasi pencapaian murid secara individu, tetapi akan mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil,” imbuhnya.

“Sebab sekolah nanti diberikan ruang yang lebih bebas untuk menyelenggarakan sebuah asesmen mandiri yang diyakini lebih baik untuk mengukur kompetensi peserta didiknya,” katanya.

“Bayangkan betapa banyaknya inovasi yang bisa dilakukan guru dan kepala sekolah dengan adanya perubahan ini,” ujarnya.

Karena itu Kepala Cadisdik XIII berharap, untuk menghadapi perubahan ini, pihak sekolah harus meningkatkan kualitas SDM nya.

Guru-guru SMKN 1 Rancah peserta Workshop

Sementara itu Kepala SMKN 1 Rancah, Joko Maryoto, kepada SP mengatakan, tujuan kegiatan ini, selain sosialisasi Asesmen Nasional sebagai pengganti UN, juga upaya sekolah dalam meningkatkan SDM di SMKN 1 Rancah dalam pengembangan pembelajaran.

Joko Maryoto berharap, melalui workshop ini para guru dapat mengikuti materi kegiatan dengan baik dan dapat mengaplikasikan nantinya di kelas. (AIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

x

Check Also

KCD 13 Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke 75 PGRI di SMAN 1 Pangandaran

Swara Pendidikan.co.id (Pangandaran) – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 13 memperingati Hari Guru Nasional (HGN) tahun ...