Nasional

5 SISWA SMA NEGERI 2 DEPOK WAKILI JAWA BARAT DI AJANG OSN 2016 TINGKAT NASIONAL

Rifki Andika, Naura Nafisha, Tristan Andhika, Megandhita Sharasti, dan Sulthan Alam didampingi Kepsek SMAN 2, Dede Agus (ki-ka)

Rifki Andika, Naura Nafisha, Tristan Andhika, Megandhita Sharasti, dan Sulthan Alam didampingi Kepsek SMAN 2, Dede Agus (ki-ka)

SWARA PENDIDIKAN.CO.ID (Sukmajaya). Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pelajar kota Depok di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2016 tingkat Nasional. sebanyak 12 pelajar asal kota Depok terpilih mewakili provinsi Jawa Barat untuk mengikuti OSN tingkat Nasional yang akan digelar di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada bulan Mei mendatang. 5 siswa diantaranya berasal dari SMA Negri 2 Depok.

Kelima siswa tersebut  yakni,   Rifki Andika (Bidang Studi Kebumian), Naura Nafisha (Bidang Studi Ekonomi), Tristan Andhika (Bidang Studi Astronomi), Megandhita Sharasti (Bidang Studi Biologi), dan Sulthan Alam (Bidang Studi Komputer).

Menurut Kepala SMAN 2 Kota Depok, Dede Agus, diajang OSN tingkat Nasional itu mereka bukan hanya membawa nama harum provinsi Jawa Barat, tetapi juga pemkot Depok maupun asal sekolah.

“Maju ke OSN ini merupakan sebuah gerbang awal para siswa, untuk memberikan prestasi yang terbaik. Semoga saja setelah ini mereka bisa menularkan semangat kompetisi kepada teman-teman di sekolahnya sehingga dapat memacu para siswa di Depok untuk lebih semangat dalam menimba ilmu,” terang Dede Agus. Jumat (15/4/2016)

Dede Agus mengaku bangga dan bersyukur atas prestasi yang ditorehkan siswa didiknya karena dapat mewakili Kota Depok pada OSN tingkat Nasional 2016 ini. Dia juga meminta doa dan dukungannya semoga mereka bisa menjadi juara tingkat Nasional sehingga dapat membawa nama harum dunia pendidikan Kota Depok. “Mohon doa dan dukungannya ya,’ ujar Dede Agus lagi.

Dede  berharap, para siswa asal Depok yang mengikuti olimpiade ini bisa menanamkan sifat kompetitif yang sehat, kesadaran dan keberanian untuk mencoba, sekaligus meraih berprestasi secara optimal sesuai dengan keterampilan yang dimiliki masing-masing.

“Selain untuk memacu minat seluruh pelajar SMA di Depok sehingga kemampuannya akan terus berkembang dan dapat dimanfaatkan ketika mereka masuk perguruan tinggi,” tandas kepsek humoris ini.

Sementara itu dinas pendidikan kota Depok  juga akan memberikan pembinaan secara intensif kepada ke 12 siswa  yang akan tampil di ajang OSN tingkat nasional di kota Palembang agar bisa tampil secara maksimal. (Harlis)

Kepsek SMAN 2 Depok, Dede Agus foto bareng siswa OSN 2016

Kepsek SMAN 2 Depok, Dede Agus foto bareng siswa OSN 2016

MENTERI ANIES BASWEDAN PANTAU PELAKSANAAN UNPK PAKET C DI KOTA DEPOK

Mendikbud Anies Baswedan bersama Kadisdik Kota Depok, Herry Pansila Prabowo

Mendikbud Anies Baswedan bersama Kadisdik Kota Depok, Herry Pansila Prabowo

SWARA PENDIDIKAN.CO.ID (Kec.Pancoran Mas). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan didampingi kepala Dinas Pendidikan kota Depok Ir Herry Pansila, Wakil Ketua Komisi D DPRD kota Depok M Hafid Nasir, serta Kabid PNFI Dadang melakukan sidak Ujian Nasional pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C   di Al-Mujahirin, Pancoranmas, Depok, Rabu (06/4/2016).

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, dirinya merasa bangga ketika melihat saudara-saudara kita dari segi usia sebenarnya sudah cukup berumur, tetapi tetap mau belajar dan mengikuti ujian kesetaran ini. Dia mengaku jadi tergerak dan justru ingin memfasilitasi lebih banyak lagi. Memang saat ini pihaknya bekerjasama dengan beberapa sekolah untuk bisa menyelenggarakan.

“Kita justru berharap teman-teman kita yang belum menyelesaikan SMP ataupun jenjang SMA sederajat untuk mengejar paket B maupun Paket C. Kami akan fasilitasi untuk pelaksanaan ujiannya,” kata Anies kepada Swara Pendidikan Rabu (06/4/2016).

Salah satu peserta UNPK Paket C, Nurdin Nurdiansyah (51) mengaku tidak malu mengikuti ujian kesetaraan, meskipun usianya sudah mendekati uzur. Ayah tiga anak dan sudah memiliki dua cucu ini adalah PNS yang bekerja sebagai pengantar pangan hewan di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan.

Menteri Anies bincang-bincang dengan peserta UNPK Nurdin Nurdiansyah (51 tahun) Didampingin Kadisdik

Menteri Anies bincang-bincang dengan peserta UNPK Nurdin Nurdiansyah (51 tahun) Didampingin Kadisdik

“Saya mengikuti ujian kesetaraan ini untuk meningkatkan golongan,” kata Nurdin.

Ia mecontohkan seorang ayah yang anaknya sudah kuliah, bahkan ada yang sudah sarjana dan ayahnya tetap mengikuti ujian kesetaraan ini. Pesannya adalah, pembelajaran itu sebuah sifat yang menempel kepada seseorang seumur hidup. Jadi kalau seseorang memiliki sifat pembelajar, maka ia akan belajar secara terus-menerus.

“Untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang setara, untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik memang diperlukan pendidikan formal. Karena sebagai dari mereka ketika ditanya, karena ingin meningkatkan kesempatan karirnya,” katanya.

Anies berpesan kepada semua Kantor, Perusahaan agar memberikan kesempatan kepada karyawan yang akan mengikuti Ujian Nasional. Saya mendengar tadi beberapa orang yang sudah mendaftar tidak bisa mengikuti ujian, karena tidak di

Anies bincang-bincang dengan peserta putri UNPK Kejar Paket C

Anies bincang-bincang dengan peserta putri UNPK Kejar Paket C

izinkan oleh kantornya. Kalau mereka akan pergi ujian itu beberapa hari mungkin masalah, tapi jika mereka itu mengambil beberapa jam dari satu hari untuk mengikuti ujian sepantasnya mereka diberikan izin.

“Karena Ujian Nasional ini bisa merubah nasibnya, kita ingin agar saudara-saudara sebangsa itu nasibnya lebih baik, jadi berikan kesempatan dan perusahaan mestinya mendorong,” pesan Anies.

Mengenai pelaksaan Ujian Nasional Anies menuturkan proses Ujian Nasional hingga hari ini berjalan dengan baik.

“Ini adalah salah satu hajat terbesar Bangsa Indonesia setelah  Pemilu,” ujarMenteri Anies Baswedan.

“Tahun ini total peserta UNPK Kejar Paket C  se kota Depok sebanyak 2825 orang, terdiri dari utusan warga belajar yang dikelola UPT Pendidikan dan Pihak swata,” terang Kadisdik Herry Pansila. (harlis)

Dunia Pendidikan Berduka, Ketum PB PGRI Dr Sulistyo, M.Pd. Meninggal dunia

Ketua PB PGRI DR. Sulistyo

Ketua PB PGRI DR. Sulistyo

Swara Pendidikan.co.id (JAKARTA). Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Tokoh pendidikan yang sekaligus juga Ketua umum PB PGRI, Dr Sulistyo,M.Pd. dikabarkan meninggal dunia pada pukul 14.20. wib di Rumah Sakit Angkatan laut Mintoharjo, Jakarta. Senin, (14/3/2016)

Kabar duka tersebut disampaikan salah seorang pengurus  PGRI, Usman. Menurut Usman, Meninggalnya Ketum PGRI akibat terjadi ledakan gas O2 di gedung HYPERBARIC CENTRE Ruang Udara Bertekanan Tinggi ( RUBT) Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Mintoharjo yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia. Salah satunya Ketua Umum PB PGRI.

Ledakan tersebut diakibatkan adanya kerusakan pada alat  karena yang diakibatkan oleh konseleting Listrik sehingga menimbulkan asap putih lebat dan pasien yang ada di dalam terbakar dan  tidak dapat di selamatkan.

lokasi ledakan di HYPERBARIC CENTRE Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT)

lokasi ledakan di HYPERBARIC CENTRE Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT)

“Saat terjadi kebakaran di RS AL Mintoharjo, Sulistyo sedang melakukan terapi ozon. Terapi ozon hanya untukkebugaran tubuh, karena aktivitas beliau yang cukup padat,” terang Usman.

Usman menjelaskan, terapi ozon itu seperti berada diruangan simulasi laut yang dikompresi seperti ruangan hampa udara.

Mendapat kabar tersebut,Menteri Pendidikan danKebudayaan Anies Baswedanyang baru saja mendarat dari Dubai di Bandara Soekarno-Hatta langsung menuju RS. Mintoharjo.

Jenazah korban ledakan di RS AL Miintoharjo, Jakarta

Jenazah korban ledakan di RS AL Miintoharjo, Jakarta

Berikut ke 4 korban musibah ledakan di RS. Mintoharjo, Jakarta. 1). Irjen Pol.Pur.Abubakar Natal Rawira, 2). Edi Suwandi, 3). dr.Dimas, 4). Sulistyo. (Piyo)

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 Kembali di Gelar

Anies Baswedan saat membuka acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Anies Baswedan saat membuka acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan

Anies Baswedan: Libatkan Masyarakat Bangun Pendidikan & Kebudayaan

SwaraPendidikan.co.id (Bojongsari, Depok). Untuk meningkatkan kinerja pembangunan sektor pendidikan dan kebudayaan di Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan bahwa Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2016 (RNPK) merupakan ajang pelibatan publik. Demikian dikemukakan Anies saat konferensi pers pembukaan RNPK 2016, di Bojongsari, Depok,  Minggu (21/2/2016).

“Tema utamanya (RNPK 2016) memang pelibatan publik, karena itu mulai tahun ini proses penyelenggaran Rembuk Nasional dimulai bersama-sama, yaitu antara komponen kementerian dengan masyarakat,” ujar Mendikbud Anies Baswedan.

RNPK merupakan perhelatan tahunan yang melibatkan para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/ Kota, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi, Kabupaten/Kota, aktivis pendidikan, pelaku kebudayaan, media massa, dan masyarakat sipil.

RNPK bertemakan “Meningkatkan Pelibatan Publik dalam Membangun Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat dan Daerah”,  dilaksanakan selama tiga hari,  21 – 23 Februari 2016, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemendikbud Bojongsari, Depok.

Kadisdik Depok, Herry Pansila prabowo serta Kabid Menjur, Tatiek  W tampak serius mengikuti acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2016

Kadisdik Depok, Herry Pansila prabowo serta Kabid Menjur, Tatiek W tampak serius mengikuti acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2016

Suasana  pelibatan publik terlihat dari pengelolaan kegiatan yang diintegrasikan, sebelumnya diselenggarakan relatif mandiri. Tidak hanya itu, terdapat pembicara tamu pada sidang pleno yang berasal dari pegiat pendidikan dan kebudayaan, di luar Pemerintah.

Para pegiat pendidikan dan kebudayaan yang diundang menjadi pembicara tamu antara lain Handry Satriago (CEO General Electric) yang membahas Gerakan Revolusi Mental di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan, membahas Strategi Pencegahan Penyimpangan dalam  Pengelolaan Program, Kegiatan, dan Anggaran Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Malik Gismar (Senior Advisor for Knowledge and Resource Center) membahas Strategi Penguatan Sinergitas Pelaksanaan Urusan dan Kewenangan Pusat dan Daerah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, serta Rene Suhardono (Indonesia Mengajar) yang membahas topik Membangun Daya Imajinasi, Kreativitas, dan Kualitas Sumber Daya Manusia dengan Cara Membaca.

Mendikbud menjelaskan ada beberapa pembicara utama yang akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pendidikan Indonesia di kancah internasional. Seperti, Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia, yang merupakan salah satu contoh hasil didikan Indonesia, produk Indonesia dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas hingga menjadi pemimpin kelas dunia.

Kadisdik Kota Depok bersama Kadisdik Kota Bima NTB Alwi Yasin

Kadisdik Kota Depok bersama Kadisdik Kota Bima NTB Alwi Yasin

“Disinilah bisa menunjukkan perkembangan Indonesia di kancah dunia,” tegasnya. Sehingga, Menurut Mendikbud, rangkaian penyelenggaraan RNPK dapat menjadi sarana bagi pimpinan daerah yang datang untuk melihat secara lebih dekat aktivitas yang melibatkan publik. “Karena pelibatan publik perlu latihan dan kami ingin mulai dari pelaksanaan RNPK tahun ini,” jelasnya.

RPNK 2016 dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan Minggu (21/02), dihadiri para pejabat Pemerintah Pusat dan Daerah, serta para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan.

Pada pidato pembukaan, Mendikbud Anies Baswedan menyampaikan antara lain Neraca Pendidikan Daerah (NPD), Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN), Peraturan Mendikbud No. 2 Tahun 2015 tentang Anti-Kekerasan di Sekolah, jendela pendidikan dan kebudayaan, peningkatan perbendaharaan kosa kata Bahasa Indonesia,

Neraca Pendidikan Daerah ini salah satu upaya untuk mendorong pelibatan publik dalam pembangunan pendidikan. Masyarakat yg mengetahui data pendidikan bisa menjadikan NPD ini sebagai dasar untuk mendorong agar pendidikan mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah daerah,” kata Mendikbud Anies Baswedan.

Rangkaian RNPK 2016 pun dimeriahkan dengan Pameran Pendidikan dan Kebudayaan  RNPK 2016 yang  menampilkan karya-karya publik seputar kemajuan pendidikan dan kebudayaan, seperti pameran dari Intel Coorporation, Google, Microsoft, Ini Budi, Khan Academy Indonesia, Ruang Guru, Komunitas Ayah Edi, Kerlip, ASTRA International, Galeri Swasta, SEAMEO Center, Pertamina, Plan International, The United Nations Children’s Fund (UNICEF), The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), dan World Bank.

Kadisdik Kota Depok bersama Kadisdik Kab Halmahera Selatan Maluku Utara Saban Ali

Kadisdik Kota Depok bersama Kadisdik Kab Halmahera Selatan Maluku Utara Saban Ali

Pada sidang komisi RPNK 2016 terdapat tujuh komisi, yaitu Komisi I: Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD & Dikmas), dengan tema PAUD & Dikmas dalam Mencerdaskan Masyarakat. Tema tersebut terbagi atas tiga sub tema pembahasan, yaitu:

  • Upaya Daerah untuk Meningkatkan Akses dan Meningkatkan Kualitas PAUD dan Dikmas
  • Strategi Pemda dan Masyarakat untuk Menguatkan Peran Keluarga dalam Menjamin Keberhasilan Pendidikan Anak
  • Membangun dan Meningkatkan Tata Kelola dan Pelibatan Publik pada Setiap Program PAUD dan Dikmas

Komisi II: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) dengan tema Wajib Belajar 12 Tahun, dan sub tema pembahasan mencakup perluasan akses, peningkatan mutu, peningkatan tata kelola; Komisi III: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan tema bahasan Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan yang terbagi ke dalam tiga sub tema, yaitu Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)/ Guru Pembelajar, Pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan, Sertifikasi Guru.

Kadisdik Kota Depok Ir Herry Pansila di acara RNPK 2016

Kadisdik Kota Depok Ir Herry Pansila di acara RNPK 2016

Komisi IV: Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dengan tema bahasan Kurikulum dan Penilaian Pendidikan, Pemetaan dan Pemanfaatan Hasil Penelitian, Akreditasi Sekolah. Sub Tema berupa Percepatan Implementasi Kurikulum 2013, Peningkatan Mutu Pelaksanaan dan Pemanfaatan Ujian Nasional, Peningkatan Budaya Mutu dan Pemanfaatan Akreditasi, Peningkatan Peran Masyarakat dalam Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan; Komisi V: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan tema Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional. Sub Tema, Penyebarluasan Bahasa Negara melalui BIPA, Pengayaan Kosa Kata Bahasa Indonesia, Penumbuhan Budaya Literasi untuk Mendukung BIPA; Komisi VI: Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan tema Membangun Budaya dan Budaya Membangun. Sub tema, Pengelolaan Data Kebudayaan, Pelestarian Warisan Budaya (Benda dan Tak Benda), Pelibatan Publik dalam Membangun Ekosistem Kebudayaan; Komisi VII: Sekretaris Jenderal atau Inspektorat Jenderal dengan tema Efektivitas Birokrasi, Pelibatan Publik dan Hubungan Pusat dan Daerah. Sub Tema, Penataan Regulasi dan Harmonisasi Kebijakan Pusat dan Daerah, Perencanaan dan Penganggaran, Pengawasan Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan di Pusat dan Daerah. (Harlis/Kemendikbud/foto.dok.SP)

KARATEKA SMP N 2 KOTABARU RAIH MEDALI EMAS TINGKAT INTERNASIONAL

ucapan selamat dari keluarga besar SMP Negeri 2 Kotabaru untuk peraih medali emas

ucapan selamat dari keluarga besar SMP Negeri 2 Kotabaru untuk peraih medali emas

SWARA PENDIDIKAN.CO.ID (KOTABARU)  Sebuah kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi Muhammad Irfansyah siswa kelas IX D yang berhasil menyabet medali emas katagori Komite pada turnamen bergengsi tingkat internasional Adidas Karate Championship And Training Camp di Filipina beberapa waktu lalu. Prestasi prestisius ini dicapai dengan latihan dan ketekunan serta disiplin dalam berlatih. Selain menjadi kebanggaan orang tua juga kebanggan bagi keluarga besar SMP Negeri 2 Kotabaru, serta masyarakat Kotabaru khususnya dan Indonesia pada umumnya.

siswa siswi yang berprestasi bersama Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kotabaru

siswa siswi yang berprestasi bersama Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kotabaru

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru lewat Dinas Pendidikan juga didapat oleh Muhammad Irfansyah. Sebagai tanda apresiasi Dinas Pendidikan Kotabaru memberikan bea siswa pendidikan kepada peraih medali emas ini. Begitu juga dengan Dandim 1004 Kotabaru juga memberikan bonus untuk Muhammad Irfansyah karena sudah berhasil meraih medali emas di kejuaraan Internasional yang secara tidak langsung mengangkat nama Kabupaten Kotabaru.

Prestasi SMP Negeri 2 Kotabaru tidak hanya itu, Cahaya Hairani siswi kelas VIII A juga meraih prestasi yang membanggakan yakni berhasil meraih juara II Cabang Pencak Silat pada olimpiade O2SN di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Begitu juga dengan Maulida Ayu Trisna Tasya yang meraih Juara II pada lomba Baca Puisi FLS2N di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Dinas Pendidikan Kotabaru juga memberikan bea siswa pendidikan kepada kedua siswi tersebut sebagai apresiasi atas prestasi yang mereka raih.

Kepala sekolah SMP Negeri 2 Kotabaru, Sarno, Spd , mengatakan kepada Swara Pendidikan ” Kami menyadari untuk SMP Negeri 2 ini memiliki potensi di bidang non akademik. Untuk bidang akademik kami terus membina walaupun data yang ada sekolah kami termasuk katagori yang inputnya dibawah rata-rata. Tapi kami akan terus meningkatkan bidang akademiknya. Ini terbukti pada tahun 2015 yang lalu siswa kami berhasil menjadi Juara I di bidang IPS pada lomba O2SN tingkat Kabupaten Kotabaru” jelas Sarno, Spd.

Bpk Sarno, Spd , Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kotabaru

Bpk Sarno, Spd , Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kotabaru

Selanjutnya Sarno, Spd menjelaskan bahwa untuk dibidang non akademik pihaknya terus membina siswa tiap hari / minggu, disekolah ini memiliki program baik dibidang seni maupun dibidang olahraga. Dibidang olahraga SMP Negeri 2 Kotabaru memiliki cabang-cabang yang dikembangkan antara lain, Pencak Silat, Karate, Taekwondo dan senam. Sedangkan dibidang seni ada pembinaan dibidang seni baca puisi dan seni musik panting (musik tradisional Kalsel). SMP Negeri 2 Kotabaru juga sudah memiliki alat kesenian yang lengkap untuk menunjang prestasi siswa dibidang seni dan olahraga.

Melihat prestasi yang dicapai siswa siswi SMP Negeri 2 Kotabaru ini, masyarakat Kotabaru berharap agar Pemerintah Kabupaten Kotabaru bisa lebih proaktif dalam memberikan pembinaan kepada sekolah-sekolah yang berprestasi baik dibidang akademik maupun dibidang non akademik, yang nantinya merupakan tunas tunas baru aset daerah dalam membangun dan berprestasi ditingkat yang lebih tinggi yang akan mengangkat nama Kabupaten Kotabaru. (deddy)

Pelajar Depok Ukir Prestasi Pada kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar se Indonesia

Pimpinan Padepokan Pajajaran TB Toto bersama siswa peraih medali di kejuaraan pencak silat antar pelajar se Indonesia

Pimpinan Padepokan Pajajaran TB Toto bersama siswa peraih medali di kejuaraan pencak silat antar pelajar se Indonesia

Swara Pendidikan.co.id  (Depok). Para pelajar yang tergabung dalam perguruan pencak silat Persaudaraan Pajajaran berhasil membawa harum kota Depok saat mengikuti Kejuaraan Pencak Silat antar pelajar se Indonesia yang diselenggarakan Padepokan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Taman Mini  Indonesia  Indah ( TMII) beberapa waktu lalu.

Kejuaraan pencak silat yang memperebutkan piala Sultan Hamengkubowono X itu diikuti dari tingkat SD, SMP, dan SMA/K  seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah berkat latihan dan disiplin, anak-anak berhasil  meraih satu emas, empat perak dan satu perunggu,” ujar pimpinan sekaligus guru besar Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Padjadjaran, TB. Toto kepada wartawan SP di Padepokannya Jl. Kalimulya, Cilodong Depok.

Toto berharap keberadaan pencak silat di kota Depok ini bisa terus dikembangkan, pasalnya kata Toto, seni bela diri ini merupakan salah satu budaya lokal bangsa kita. Itu sebabnya Toto berharap pemerintah kota, khususnya dinas pendidikan  bisa menjadikan kesenian pencak silat bisa dimasukan dalam program ekstrakuliler.

“Kegiatan ini bukan semata-mata untuk sekedar gagah-gagahan, dan pertahanan diri, tetapi lebih pada membangun mental dan disiplin dikalangan pelajar, selain untuk mencegah tawuran dan kegiatan-kegiatan positif,” terang Toto.

Secara terpisah, Kepala Sekolah SMPN 12, Purnomo yang salah satunya siswanya berhasil meraih medali perak mengucap syukur atas keberhasilan anak didiknya.

“Ini merupakan prestasi yang  membanggakan bagi sekolah sekaligus juga membawa harum kota Depok,” pungkas Purnomo. (Harlis)

Kepsek SMPN 12 Purnomo D bersama Tiara Amalia siswi SMPN 12 peraih Medali Perak

Kepsek SMPN 12 Purnomo D bersama Tiara Amalia siswi SMPN 12 peraih Medali Perak

Berikut nama siswa Kota Depok peraih medali di kejuaraan Pecak Silat antar pelajar se indonesia

Katagori SMK :

Sahron (SMK Yapemri) mendapat medali perak

Katagori SMP:

Salfa Afrilia DP (SMP PGRI 2) Medali Emas

Aulia Evani (SMP PGRI) Medali Perak

Hana Hikmana (SMP PGRI) Medali Perak

Tiara Amalia (SMPN 12) Medali Perak

Naqila Azria  (SMP PGRI) Medali Perunggu