Berita Pilihan

Pengawas USBN SD Gugus 2 Pancoran Mas Dapat Pembekalan

Pembekalan Para pengawas USBN SD di gugus 2 Pancoran Mas oleh Pengawas Disdik

Kepala SDN Depok Jaya 1, Anwar Sanusi

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Bertempat di SDN Depok Jaya 1, sebanyak 92 orang pengawas USBN SD di Gugus 2  Kecamatan Pancoran Mas mendapat pembekalan dari pengawas Pembina Dinas pendidikan Kota Depok, Suwardjono. Senin (15/4/19).

“Dengan adanya pembekalan ini diharapkan para pengawas bisa mendampingi para peserta USBN agar lebih teliti dalam mengisi Lembar Jawaban Ujian. Nah disini peran pengawas untuk mengingatkan siswa untuk membaca soal-soal dengan teliti,“ ujar Kepala SDN Depok Jaya 1, Anwar Sanusi. Senin (15/4/19)

Ditambahkan Sanusi, untuk pelaksanaan USBN 2018/2019 akan dilaksanakan tanggal 22-24 April, dengan mata pelajaran, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

“Setelah itu, dilanjut dengan 5 mata pelajaran sekolah.  Yaitu, Pendidikan Agama, PKN, IPS, Bahasa Sunda, dan Bahasa Inggris,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan untuk tahun 2019 USBN SD akan diikuti kurang lebih  28131 siswa baik dari SD Negeri, swasta, dan MI. Sementara untuk USBK/UNBK SMP Negeri, swasta, MTs sebanyak 27 ribu-an. (gus)

pengawas Pembina Dinas pendidikan Kota Depok, Suwardjono

Melwinda : Ujian Nasional Penting Sebagai Standar Evaluasi Kinerja Sekolah

Kepala Sekolah SMAN 1 Babakan Madang, Melwinda Fitri

Swara Pendidikan (BOGOR) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 1 Babakan Madang berjalan lancar dan kondusif.

“Alhamdulillah, sampai akhir pelaksanaan UNBK, semua lancar dan kondusif. Hari pertama UNBK, Camat Babakan Madang, juga ikut memonitoring ke sekolah kami,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Babakan Madang, Melwinda Fitri didampingi ketua panitia pelaksana UNBK, Heri Susanto.

Dikatakan Melwinda, meski sekarang hasil UNBK tidak pengaruh pada hasil kelulusan, tetapi ujian seperti ini tetap penting dan harus dipertahankan, walaupun kedepannya entah apa namanya. Katanya.

“Hasil UN menurut kami, menjadi  salah satu standar dalam melakukan evaluasi kinerja sekolah, karena targetnya siswa tidak hanya sekedar lulus, tapi siswa harus mencapai hasil yang baik,” tuturnya.

“Saya meyakini, UN pun sebenarnya sudah dievaluasi, sudah dipertimbangkan sedemikan rupa, soal-soal UN juga sudah disesuaikan dengan materi atau silabus yang ada di SMA atau di sekolah-sekolah.  Jadi, ketika ada siswa yang masih mendapat nilai rendah, bisa jadi karena beberapa faktor. Bisa siswanya, apakah karena faktor kebetulan, atau proses pembelajarannya masih kurang, atau daya juang yang kurang. Kedua, faktor gurunya. Apakah karena gurunya kurang memberikan materi sesuai silabus, atau metode, dan lain-lain,” papar Melwinda.

Melwinda mengaku agak keberatan jika UN dihapus. Pasalnya jika tidak ada UN berarti tidak ada standar, tidak ada target yang akan dicapai. “Bisa kebablasan nanti. Di negara maju saja masih pakai UN kok,“ kilahnya.

Melwinda berharap kedepan pelaksanaan UNBK bisa lebih baik lagi, ditingkatkan prangkat sistemnya, dan lebih disiapkan lagi infrastukturnya.  “Mulai dari sarana dan prasarananya tentunya,” harapnya.

Ditempat sama, Heri Susanto menjelaskan, “Ada 263 siswa yang seharusnya ikut ujian, tetapi yang ikut hanya 260 siswa. 3 siswa kami akan ikut UNBK susulan karena mereka Atlit yang tengah mengikuti kejuaraan,” ungkap Heri.

“Untuk pelaksanaan tahun in, kami gunakan 4 ruangan yang pelaksanaannya kami bagi 3 sesi.” Lanjut Heri.

“Semoga kedepannya, apa yang kurang bisa dibenahi, bisa menambah komputernya dan juga prangkat-prangkat lainnya, sehingga pelaksanaanya bisa dijadikan satu sesi ataupun dua sesi,” pungkasnya.  (NurJhoy)

ketua panitia pelaksana UNBK, Heri Susanto.

Kepala KCD Wil 3 Kunjungi Sekolah di Ujung Timur Kab. Bekasi

Kepala KCD Wil 3 Kunjungi Sekolah di Ujung Timur Kab. Bekasi

Swara Pendidikan (BEKASI) – Kepala  Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3, Herry Pansila didampingi beberapa stafnya melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 1 Pebayuran, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Herry, kedua sekolah tersebut walau secara geografis lebih dekat ke Kabupaten Karawang, dan letaknya berada di tengah persawahan dan jauh dari pemukiman, tetapi semangat siswa, pendidik dan tenaga kependidikannya dalam memajukan sekolah, sungguh luar biasa. Tidak kalah dengan sekolah lain yang berada di tengah kota.

“Ini tentunya patut menjadi contoh bagi sekolah lain yang berada di Kabupaten Bekasi,” puji Kepala KCD wilayah 3, Herry Pansila.

Herry menambahkan, kehadirannya di dua sekolah tersebut, selain untuk memberikan motivasi juga mendengar dan melihat secara langsung kondisi sekolah, serta memantau kesiapan sekolah menghadapi USBN dan UNBK.

Kunker Kepala KCD wilayah 3 itupun disambut hangat oleh Kepala Sekolah, dewan guru dan siswa. Pada kesempatan itu, Kepala SMA Negeri 1 Pebayuran, Fajar Heryadi T, M.Pd juga menyatakan kesiapan sekolahnya untuk pelaksanaan UNBN dan UNBK.

“ InsyaAlloh, siap. Rencananya untuk tahun ini kita akan gunakan dua sesi. untuk pelaksanaan UNBN dan UNBK tahun ini akan diikuti 443 siswa kelas XII. Doakan semoga pelaksanaan nanti berjalan lancar, tidak ada kendala berarti, dan siswa kami lulus 100 persen,” ujar Fajar Heryadi. (harlis)

Kepala KCD 3 Kunjungi Sekolah di Ujung Timur Kab. Bekasi

Muhadjir Effendy Kunjungi SMKN 2 dan SMA N 15 Bekasi

Kunjungan Mendikbud ke SMKN 2 Bekasi

Kepala KCD 3 menyambut kehadiran Mendikbud

Swara Pendidikan.co.id (BEKASI) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy didampingi Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah 3, Herry Pansila mengunjungi SMK Negeri 2 dan SMA Negeri 15 Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya yang singkat, Mendikbud meninjau sarana dan prasarana di dua sekolah tersebut serta memberikan motivasi kepada siswa.

Kepala KCD wilayah 3, Herry Pansila didampingi kepala SMK Negeri 2 Bekasi, Agus Setiawan mengatakan, kunjungan kerja orang nomor satu di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini untuk melihat langsung berbagai fasilitas penunjang pendidikan di SMKN 2 dan SMA Negeri 15.

“Kunjungan ini tentunya memberikan dampak positif dan motivasi bagi siswa maupun sekolah,” ujar Herry Pansila.

Usai berkeliling melihat sejumlah sarana prasana sekolah dan berdialog dengan beberapa siswa, Mendikbud   Muhadjir Effendy  mengajak foto bersama. (harlis)

Mendikbud bersama Kepsek dan guru-guru SMAN 15

SMP Negeri 6 Siapkan 190 Unit Komputer Untuk pelaksanaan USBK dan UNBK

Kepala SMPN 6 Sumarno

Swara Pendidikan (DEPOK) – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di SMP Negeri 6 kondusif dan lancar.

“Alhamdulillah, sampai hari ini pelaksanaan USBK cukup aman, kondusif dan lancar. Mudah-mudahan sampai 10 hari kedepan, aman terkendali,” ucap Kepala SMPN 6 Sumarno diruang kerjanya.

Dikatakan Sumarno, pelaksanaan USBK sudah dimulai sejak 9 April dan berakhir  tanggal 19 April nanti.  “Untuk pelaksanaan USBK, kita guna dua sesi, diikuti 361 siswa,” tuturnya.

Untuk USBK, sambung Marno. Semua soal di ujikan. “Kecuali mata pelajaran yang di UN kan. Yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS,” ujarnya.

Ditambahkan Sumarno, untuk USBK pihaknya menyiapkan 190 unit komputer yang terbagi di 5 ruangan.  “Sesi pertama dimulai pukul 07.30 sampai 10.30, lanjut sesi kedua, pukul 10.30 sampai 13.00 siang,” paparnya.

Untuk persiapan UNBK, lanjut  Sumarno, pihaknya juga sudah mempersiapkan jauh-jauh hari. “Sejak bulan Oktober, siswa kelas IX kita berikan pengayaan materi. Selama 7 bulan siswa masuk jam 06.00 pagi dan sore bagi siswa yang masuk klinik belajar. dan itu sudah kita mulai sejak Januari/Februari,” katanya.

“Mudah-mudahan dengan persiapan yang cukup ini kita bisa mempertahankan masuk 5 besar ke SMA Negeri, syukur-syukur bisa melampui target,” tutupnya. (harlis)

Sarpras Disdik Sosialisasi Perpres 141/2018 dan Permendikbud No. 1/2019 Kepada Penerima DAK 2019

Kabid Sarpras Disdik Depok, Sutarno, SE, MM sosialisasi Perpres 141/2018 dan Permendikbud No. 1/2019 kepada 73 Sekolah jenjang SD dan SMP Negeri dan Swasta penerima DAK 2019. Senin (8/4/19).

Swara Pendidikan.co.id (DEPOK) – Bertempat di gedung Baleka lantai 4, Dinas Pendidikan kota Depok, sarana pra sarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kota Depok menggelar sosialisasi Perpres 141/2018 dan Permendikbud No. 1/2019 kepada 73 Sekolah jenjang SD dan SMP Negeri dan Swasta penerima  DAK  2019. Senin (8/4/19).

“Tujuan sosialisasi Perpres RI No. 141 Tahun 2018 tentang Juknis DAK Fisik Tahun 2019 dan Permendikbud RI No.1 Tahun 2019 tentang petunjuk operasional DAK Bidang Pendidikan untuk menyamakan pemahaman tentang penggunaan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2019 yang diharapkan nantinya seluruh penerima DAK 2019 ini berpedoman pada juknis dan petunjuk operasional serta selalu berkoordinasi dengan Fasilitator atau Panitia Pembangunan Sekolah (P2S),” papar Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas pendidikan kota Depok, Sutarno, SE, MM yang ditemui SP usai sosialisasi.

Disebutkan Sutarno, tahun 2019 ini penerima DAK sebanyak 73 sekolah terdiri dari 50 SD dan 23 SMP. Dia menambahkan, sosialisasi ini sengaja dilaksanakan diawal tahun, agar pihak sekolah punya waktu banyak untuk mempelajari Juklak Juknisnya.

“Harapannya agar tidak terjadi kesalahan didalam pelaksanaan DAK di sekolah masing-masing. Makanya sengaja kita sosialisasikan diawal tahun,” pungkasnya. (gus)