Home / Swara Daerah / Bogor / Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Gelar Workshop Persiapan US, UN dan UKK Tahun Pelajaran 2019/2020

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2 Gelar Workshop Persiapan US, UN dan UKK Tahun Pelajaran 2019/2020

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Propinsi Jawa Barat wilayah 2, Drs. Aang Karyana, MP.d workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2019/2020

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Propinsi Jawa Barat wilayah 2, Drs. Aang Karyana, MP.d workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2019/2020

Swara Pendidikan.co.id (Bogor) – Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Propinsi Jawa Barat wilayah 2 (Kota Bogor & Kota Depok) menggelar workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2019/2020 di Hotel Biru, Bogor, Kamis (23/1/2020).

Kegiatan yang dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat wilayah 2, Drs. Aang Karyana, MP.d. Dihadiri 150 Kepala Sekolah SMA, SMK, SMA LB Negeri dan Swasta, pengurus FKKS (Forum Komunikasi Kepala Sekolah), MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA, SMK, serta Kasi dan Pengawas Pembina.

Dalam keterangan persnya, KCD wilayah 2 mengatakan kegiatan ini dalam rangka persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun tahun pelajaran 2019/2020 yang akan dilaksanakan pertengahan Maret hingga awal April 2020.

“Workshop ini juga sekaligus sosialisasi Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian,” kata Aang Kepada Swara Pendidikan.

peserta workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2019/2020

Peserta workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) tahun pelajaran 2019/2020

Dikatakan Aang, ada beberapa hal penting terkait UN dan USBN yang diatur melalui Permendikbud ini, di antaranya, bentuk Ujian yang diselenggarakan oleh sekolah berupa portofolio, penugasan, tes tertulis, atau bentuk kegiatan lain yang ditetapkan satuan pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.

“Jadi mengacu Permendikbud tadi, sudah ada tidak lagi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Yang ada Ujian Sekolah (US), dan seluruh penilaian sepenuhnya diserahkan kepada sekolah masing-masing,” ujar Aang.

Meski demikian, katanya. Tidak sepenuhnya diserahkan sekolah, tetapi tetap ada pengawasan. Sebab nantinya soal ujian masih akan menggunakan soal HOTS (higher order thinking skills).

Aang menilai, dengan adanya kebijakan baru dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, tingkat stress siswa berkurang, meskipun tidak mengurangi kualitas ujian.

“Ini bagus buat psikologis peserta didik,” ungkapnya.

Kepala Cadisdik 2 juga mengimbau seluruh kepala sekolah diwilayah 2  untuk merumuskan dan mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin bagi peserta didik.

“Meskipun ini UN terakhir, tetap saja sekolah harus melakukan persiapan yang matang. Sebab kualitas guru dalam mengajar akan terlihat saat hasil ujian diumumkan,” pungkasnya. (Agus)

Peserta workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK)

Peserta workshop persiapan Ujian Sekolah (US), Ujian Nasional (UN), dan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK)

Leave a Reply

Your email address will not be published.