penulis: harlis

Dra Laksmi Gantini Pimpin SMAN 1 Depok

SWARA PENDIDIKAN, Pancoranmas.

Acara lepas – sambut Achmad Zarkasih dan Laksmi Gantini pada Jumat, (6/2/2015) dengan mengusung tema “Terima Kasih Atas dedikasi, Inspirasi dan Prestasi “ dimeriahkan dengan penampilan tarian daerah  serta musik band dari siswa-siswi SMAN 1.

 

Acara yang digelar di Aula SMA Negeri 1 tersebut dihadiri Kepala Seksi SMA Bidang Menegah Kejuruan  (Bid menjur), Jumait, M.Pd., Kepala SMAN 4 Dede Agus Suherman, Ketua Komite SMAN 1 Profesor Didin Muqodin, serta para guru SMAN 1 dan SMAN 4, dan para siswa-siswi SMAN 1.

 

Dalam amanat Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok yang disampaikan Kasie Menjur mengatakan, mutasi dan rotasi adalah sebuah kebutuhan organisasi. Peranan seorang kepala sekolah harus bisa meningkatkan mutu sekolah dan bersinergi dengan Komite Sekolah, guru dan siswa-siswi .

 

“Untuk itu kami atas nama Dinas Pendidikan  mengajak dan menghimbau serta mengharapkan agar sekolah dapat meningkatkan  kualitasnya guna menjadi sekolah unggulan di Kota Depok,” kata Kasie Menjur, Jumait.

 

Jumait juga mengucapkan selamat bertugas dan berkarya kepada Achmad Zarkasih yang memimpin SMAN 5 Sawangan Kota. “Semoga ditempat tugas yang baru  dapat meningkatkan prestasi.”

 

Achmad Zarkasih dalam sambutan meminta maaf bila selama memimpin ada hal yang kurang berkenan. Sementara dalam bekerja dirinya mempunyai moto bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Oleh karena itu, ia akan memberikan yang terbaik dimanapun, kapanpun, pada siapapun dirinya ditempatkan.

 

Sementara Laksmi Gantini, mengatakan bahwa untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan dalam  kemajuan meningkatkan prestasi pada anak didik, perlu dukungan seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

 

“Komite dan kepala sekolah harus bersinergi untuk membangun sekolah yang terbaik dan berkualitas.” Tandasnya. Ia menambahkan, “jabatan  Kepala sekolah adalah tugas tambahan pada seorang guru. Saya bertekad untuk melaksanakan amanat ini dengan penuh tanggung jawab memajukan sekolah ini,” tutup Laksmi. ( Harlis, foto dok SP )

 

KABID PNFI AJAK ANAK YANG SEDANG OJEK PAYUNG UNTUK SEKOLAH KEMBALI

SWARA PENDIDKAN, Balaikota .

Upaya Pemerintah Kota Depok menyisir anak putus sekolah dilingkungan masyarakat sekitar dalam rangka menuntaskan Program Wajib Belajar 12 tahun terus digiatkan. Salah satunya yang dilakukan Kepala bidang pendidikan non Formal dan informal (PNFI), Hj. Eneng Sugiarti yang mendapati 6 orang anak usia 7 – 14 tahun sedang menjajakan ojek payung dihalaman Balaikota pada Senin (23/2/2015).

 

Ke – 6 orang anak yang sehari-hari bekerja serabutan ini merupakan warga RT 05/ 020 Kelurahan Depok Pancoranmas. Berkat pendekatan persuasive, akhirnya mereka mau kembali melanjutkan sekolah di Pusat Kegiatan Belajar Masyrakat (PKBM) Pancoranmas.

 

“Mereka rata-rata tidak lulus SD, bahkan ada yang belum sekolah sama sekali. Makanya mereka akan kita ikuti sampai mereka mendapatkan ijasah kejar paket A. 2 orang di kelas 1, 1 orang di kelas 4,  1 orang  di kelas 5, dan  2 orang lagi dikelas 6,” tutur Hj. Eneng Sugiarti .

 

Eneng menambahkan, pihaknya sangat konsen terhadap program yang dicanangkan Pemerintah Kota Depok dalam mengentaskan Program Wajib Belajar 12 tahun bagi seluruh warga Kota Depok. Sehingga semua mempunyai  ijasah untuk kesejahteraan masa depan mereka.  Maka ketika dirinya menjumpai masih ada anak yang putus sekolah dan bekerja dalam usia sekolah, sudah menjadi kewajibannya untuk mengajak dan menyalurkannya agar anak-anak itu dapat sekolah kembali hingga jenjang tingkat sekolah menengah atas sampai mempunyai  Ijasah melalui kegiatan belajar (kejar) paket A, B, dan C. Demikian dikatakan Kabid PNFI, Hj. Eneng Sugiarti. (Harlis, foto dok SP)

 

HERRY PANSILA PIMPIN APEL PAGI

HERRY PANSILA PIMPIN APEL PAGI

Pegawai ASN dilingkungan Pemkot Depok ikuti apel pagi (foto dok SP)

SWARA PENDIDKAN, Balaikota. Upacara Apel pada Rabu (4/3/2015) pagi yang diikuti seluruh pegawai dilingkungan pemerintahan Kota Depok berlangsung tertib dan khidmat. Sekretaris Daerah, Etty Suryahati dan seluruh OPD tampak bersemangat mengikuti Apel pagi tersebut. Bertindak sebagai komandan upacara Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sukmajaya, Drs. Abdul Hamid. Sementara itu Kepala Dinas pendidikan, Herry Pansila yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam sambutan mengatakan bahwa sebanyak 23 sekolah tingkat SMA dan SMK Negeri dan Swasta telah siap untuk melaksanakan ujian secara online. Hal itu kata dia, didasari dari hasil verifikasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh Tim Pusat Teknologie  Komunikasi dan Informasi  (Pustekkom) untuk Verifikasi  UN Computer Bassed Test (UN CBT).

“Hasil verifikasi oleh Pustekkom, dari seluruh sekolah di Jawa Barat yang terbanyak berasal dari Kota Depok. Ini artinya bahwa Pemkot Depok sangat concern dalam mewujudkan Depok sebagai Kota pendidikan dan Kota Cyber City,” terang Kepala Dinas pendidikan, Hery Pansila.

Pada kesempatan itu, Herry Pansila juga menekankan kepada para penyelenggara pendidikan (sekolah) untuk menerima siswa-siswi berkebutuhan khusus (ABK) tanpa pengecualian.

“Hakekatnya, pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Setiap orang memiliki hak yang sama dalam hal mengenyam pendidikan tak terkecuali anak berkebutuhan khusus sekalipun. untuk itu jangan ada diskriminasi pendidikan,” tutup Herry. (Harlis, foto dok SP).

 

DEMI KEAMANAN DAN KENYAMANAN SISWA DIDIK SD NEGERI PONDOK CINA 1 AKAN DIGABUNG

SWARA PENDIDIKAN , Margonda. Margonda sebagai etalase Kota Depok oleh Pemkot Depok terus diupayakan agar tertata dan menjadi kawasan yang tertib, unggul dan layak Investasi.  Hal ini terlihat saat Walikota Depok Ir. Nurmahmudi Ismail yang didampingi Dandim 0508 Depok Letkol (Inf) Santoso, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Ir Herry Pansila Prabowo, Kepala OPD, Kepala bidang Jalan Jembatan DBMSDA Kota Depok Hardiman,   Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Disdik Kota Depok Didi Suryadi, serta Kepala UPT Pendidikan se-Kota Depok. melakukan pemantauan dan sosialisasi sepanjang jalan Margonda dengan berjalan kaki mulai dari kantor Balaikota Depok menujui SDN Pondok Cina 1. Selasa (3/3/2015).

Dari Informasi yang berhasil dihimpun Soara Kota, rencananya sebagian bangunan SD Negeri Pondok Cina 1 yang berada diatas tanah seluas 947 m2 yang didirikan pada tahun 1946 akan terkena pelebaran garis sempadan jalan sepanjang 10 meter.

Sedangkan untuk siswa didiknya yang berjumlah 434 orang siswa ini akan digabung dengan SDN 4 Pondok Cina yang berada tepat di belakang gedung sekolah tersebut.

Sementara itu Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Beji Drs. Mulyadi, menyambut baik langkah Pemkot. Ia juga secepatnya mensosialisasikan kepada para orangtua murid. ”Semua demi keamanan, keselamatan, dan kenyamanan siswa dan sekolah juga nantinya,” pungkas Mulyadi.( Harlis, foto dok SP )

 

BAPOPSI GELAR KURSUS PELATIHAN CABANG OLAHRAGA SEPAKBOLA DAN VOLLY

SWARA PENDIDIKAN  Pancoranmas. Untuk mempersiapkan lomba tingkat Kota, Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kota Depok menggelar Pelatihan Wasit Sepakbola dan Bola Voli se-Kota Depok selama 4 hari mulai tanggal (11-14 Maret) 2015, bertempat di SDN Depok Baru 3 Depok Jaya Pancoranmas Kota Depok.

Pelatihan Diikuti 44 peserta, dari perwakilan 11 UPT se-Kota Depok. Acara dibuka oleh Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cipayung Djunaedi Chandra, pada Rabu (11/3/2015).

Diikuti 44 peserta, tiap UPTP Kecamatan diwakili 4 peserta utusan UPTP TK/SD Kecamatan. Dengan pemberi materi dari Bapopsi Kota Depok, Instruktur Salim Bangun. Acara dihadiri Kepala UPTP TK/SD Kecamatan Cilodong Djunaedi Chandra, Kepala UPTP TK/SD Kecamatan Pancoranmas Sukarjo,SE., Kepala UPTP TK/SD Kecamatan Cinere Rusli Ishak, para Guru se Kota Depok.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dan kompetensi bagi para pelatih dan instruktur olahraga di Kota Depok. Keberadaan guru olahraga pada saat ini dibutuhkan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu para guru olahraga harus dapat mengetahui setiap aturan permainan dalam olahraga, selain harus menjadi contoh bagi peserta didik dan masyarakat,” terang Djunaedi Chandra.

Sementara itu, Koordinator Wasit  untuk cabang olahraga sepkabola yang juga Kepala UPT Pendidikan Kec. Panmas, Sukarjo mengatakan, seorang wasit harus menjadi panutan, dapat berlaku adil,  serta bisa memuaskan masyarakat dan menyesuaikan diri.

“Pada  keadaan dan situasi yang ada dalam setiap lomba dan pertandingan harus selalu tegas, sehingga dalam memimpin pertandingan dapat berjalan lancar aman dan tertib serta memuaskan pada seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan,” tandas Sukarjo yang diamini Salim Bangun, Koordinator wasit untuk cabang olahraga bola Volly .  (Harlis, foto dok SP)